Usai Libur Panjang, Kurs Rupiah Dibuka Menguat terhadap Dolar AS
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank dibuka menguat terhadap indeks dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa (17/9/2024) usai libur panjang. Dilansir Yahoo Finance, kurs rupiah menguat 50 poin untuk bergerak ke level Rp 15.344 per USD, yang mana sebelumnya bertengger di posisi Rp 15.394 per USD pada perdagangan terakhir.
Sementara itu The Fed akan mengadakan pertemuan pada hari Selasa dan Rabu dan diperkirakan akan menurunkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak dimulainya siklus kenaikan suku bunga pada bulan Maret 2022. Pemangkasan pada minggu ini akan menjadi langkah yang sangat penting, karena banyak investor berharap keputusan tersebut dapat menurunkan pinjaman dan biaya bagi perusahaan, serta meningkatkan pertumbuhan pendapatan secara keseluruhan.
Baca Juga
Suku bunga pinjaman semalam kini berada pada 5,25% hingga 5,5%. Pasar saat ini memperkirakan kemungkinan 59% bahwa bank sentral akan menurunkan suku bunga sebesar 50 basis poin, menurut alat FedWatch CME Group yang mengukur data dana berjangka fed fund.
Sektor keuangan dan energi bertambah 0,9% pada hari Senin, mengungguli pasar yang lebih luas sementara teknologi informasi turun 0,7%, kerugian sektor terbesar pada sesi ini.
Baca Juga
Dibuka Rebound, Kurs Rupiah Bergerak Menguat ke Rp 15.389/USD
“Banyak investor yang profit taking atas keuntungan perusahaan teknologi besar selama setahun terakhir, khususnya saham semikonduktor,” kata Christopher Barto, analis investasi senior di Fort Pitt Capital, seperti dikutip CNBC.
Menurut Barto, belum ada pergeseran sektor sepenuhnya di pasar, namun terlihat area lain di pasar mulai membaik. Di mana hal ini sebagian besar berkaitan dengan tren penurunan suku bunga.

