Harga Minyak dan Emas Naik Imbas Iran vs Israel, Kadin Bicara Soal Dampaknya ke Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Pengusaha memberikan respons terkait ketegangan di wilayah Timur Tengah. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai, konflik Iran dan Israel berdampak minim terhadap ekonomi Indonesia.
Meski begitu, Wakil Ketua Umum Koordinator (WKUK) Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan dan Pembangunan Berkelanjutan Kadin Shinta Widjaja Kamdani menyebut, konflik Iran dan Israel akan mempengaruhi perekonomian global, sehingga tetap berdampak pada perekonomian Indonesia meski tidak signifikan.
"Ya ini kita mesti lihat, tergantung seberapa panjang dampaknya. Ini kan baru ya, jadi kita mesti melihat dahulu kondisinya seperti apa," kata Shinta ditemui di Menara Kadin, Jakarta, Minggu (15/6/2025).
Baca Juga
Konflik Israel-Iran Tak Goyahkan Bursa Asia, Investor Tunggu Data Ekonomi China
Sebelumnya harga minyak mentah global melonjak tajam pada perdagangan Jumat (13/6/2025), menyusul saling serang antara Israel dan Iran. Konflik langsung dua negara ini meningkatkan kekhawatiran pasar atas potensi gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah, pusat produksi, dan ekspor energi dunia.
Harga minyak Brent kontrak Agustus ditutup melonjak 7,02% ke level US$74,23 per barel, setelah sempat menyentuh intraday high US$ 78,50, posisi tertingginya sejak 27 Januari. Dalam sepekan lalu, Brent telah menguat 12,5%.
Baca Juga
Konflik Israel-Iran Alihkan Fokus KTT G7, Para Pemimpin Dunia Hadapi Ujian Soliditas
Sedangkan harga emas dunia melonjak pada perdagangan Jumat (13/6/2025) waktu setempat, seiring memuncaknya ketegangan geopolitik setelah Israel meluncurkan gelombang serangan udara terhadap fasilitas nuklir dan militer di Iran. Lonjakan permintaan aset lindung nilai mendorong logam mulia tersebut mendekati rekor tertingginya.
Harga emas naik 1,3% menjadi US$ 3.428,10 per ons, hanya terpaut tipis dari rekor tertinggi sepanjang masa US$ 3.500,05 yang dicapai pada April lalu. Dalam sepekan terakhir, emas telah menguat sekitar 4%. Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup naik 1,5% ke US$ 3.452,80 per ons.

