Ditjen Minerba Bicara Proyeksi Harga Komoditas di Tengah Konflik Iran-Israel
JAKARTA, investortrust.id - Konflik geopolitik antara Iran dengan Israel yang belakangan ini memanas dinilai oleh sejumlah pakar akan berpengaruh terhadap harga komoditas mineral dan batubara (minerba). Namun, menurut Direktorat Jenderal Minerba, dampak yang dihasilkan tidak akan terlalu besar.
Sekretaris Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Rita Susilawati menerangkan, hal itu terjadi karena daerah yang berkonflik bukanlah pengguna komoditas timah, nikel, dan batubara.
“Jadi dampaknya terhadap suplai dan permintaan komoditas tersebut kecil,” kata Rita Susilawati saat dihubungi investortrust, Jumat (26/4/2024).
Selain itu, Rita juga menyebutkan bahwa dalam tiga bulan terakhir harga minyak dan gas tidak menunjukkan peningkatan yang konsisten. Maka dari itu, untuk saat ini bisa dibilang bahwa harga komoditas nikel dan batubara masih relatif stabil.
“Harga batubara baru akan terdampak jika harga minyak dan gas meningkat secara konsisten,” jelas dia.
Baca Juga
BPS Catat Penurunan Impor per Maret 2024, Tiga Komoditas Ini Pemicunya
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sendiri telah resmi menetapkan Harga Batubara Acuan (HBA) dan Harga Mineral Logam Acuan (HMA) untuk bulan April 2024.
HBA dalam kesetaraan nilai kalor 6.322 kcal/kg GAR, Total Moisture 12,26%, total sulphur 0,66%, dan Ash 7,94 ditetapkan pada angka US$ 121,13 per ton.
Selanjutnya, ditetapkan HBA untuk komoditas Batubara I, dalam kesetaraan nilai kalor 5.300 kcal/kg GAR, Total Moisture 21,32% Total Sulphur 0,75%, dan Ash 6,04%.
Harga acuan untuk komoditas Batubara II dalam kesetaraan nilai kalor 4.100 kcal/kg GAR, Total Moisture 35,73%, Total Sulphur 0,23% dan Ash 3,90% ditetapkan pada besaran US$ 57,17 per ton.
Baca Juga
Selain itu, Kementerian ESDM juga menetapkan harga acuan untuk Batubara III, dalam kesetaraan nilai kalor 3.400 kcal/kg GAR, Total Moisture 44,30%, Total Sulphur 0,24% dan Ash 3,88%, pada angka US$ 36,32 per ton.
Sementara itu, HMA untuk komoditas nikel ditetapkan US$ 17.424,52 per dry metric ton (dmt). Selanjutnya, kobalt ditetapkan US$ 28.220,00/dmt.

