Ekonom Beberkan Tiga Kunci Utama Hadapi Ketidakpastian Global
JAKARTA, investortrust.id - Ekonom senior Indef Aviliani mendorong pemerintah untuk memperkuat konsumsi domestik, mempercepat investasi, dan menjaga stabilitas nilai tukar sebagai kunci utama menghadapi ketidakpastian global. Ia menilai respons terhadap dinamika eksternal, seperti kebijakan proteksionis Amerika Serikat, harus diimbangi dengan penguatan fondasi ekonomi dalam negeri.
Aviliani mengatakan, langkah proteksionis Presiden AS Donald Trump secara prinsip ekonomi wajar, namun pelaksanaannya dinilai tanpa perhitungan matang. Ia menegaskan, jika tarif baru benar-benar diberlakukan dalam 90 hari, justru ekonomi AS sendiri yang akan terpukul.
“Harga-harga di AS akan naik, inflasi melonjak. Ini akan muncul kemiskinan baru yang bisa memicu unrest besar-besaran di sana,” kata Aviliani dalam "Webinar Nasional: Strategi Indonesia Menghadapi Tarif Trump", Jakarta, Sabtu (26/04/2025).
Baca Juga
Jangan Fabrikasi 80.000 Koperasi Desa, Berisiko Merugikan Keuangan Negara
Apresiasi Indonesia Mulai Negosiasi
Di sisi lain, Aviliani mengapresiasi langkah pemerintah Indonesia yang mulai melakukan negosiasi dengan AS. Namun ia mewanti-wanti, jika ingin mengganti impor dari negara lain ke produk Amerika yang lebih mahal dapat memicu inflasi di dalam negeri.
“Kita harus berhitung. Jangan sampai upaya negosiasi justru merugikan kita sendiri,” sambungnya.
Baca Juga
Asing Memburu SBN Rp 11,13 Triliun Sepekan, Apa yang Terjadi?
Aviliani juga menyoroti pembenahan ekonomi domestik seharusnya dilakukan tanpa harus menunggu tekanan asing. Ia menilai reformasi birokrasi, efisiensi logistik, dan perbaikan iklim investasi sudah lama menjadi tuntutan pengusaha nasional.
“Kenapa harus menunggu Amerika baru kita beresin? Ini kan kebutuhan kita sendiri,” tegasnya.
Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, Aviliani menekankan pentingnya memperkuat pasar domestik, mengingat konsumsi rumah tangga menyumbang 57% terhadap PDB. “Kita beruntung, ekspor-impor kita relatif kecil dibandingkan konsumsi. Ini kekuatan yang harus terus dijaga,” katanya.
Libatkan Pengusaha
Mengenai investasi, Aviliani mengingatkan pentingnya kesiapan proyek-proyek di dalam negeri agar menarik minat investor asing. Tanpa proyek yang konkret, target pertumbuhan ekonomi tinggi akan sulit tercapai.
Aviliani juga mendorong pembentukan satuan tugas khusus antara pemerintah dan swasta untuk menghadapi dampak kebijakan global. Ia menekankan, negosiasi dan antisipasi dampak harus melibatkan langsung pelaku usaha, bukan hanya menjadi urusan pemerintah.
Wakil Kepala Badan Moneter Kadin Indonesia itu memperingatkan adanya potensi kepanikan publik akibat ketidakpastian ekonomi global. Oleh sebab itu, pemerintah perlu menjaga komunikasi yang transparan dan efektif agar masyarakat tidak mengambil keputusan ekonomi secara emosional, seperti memborong emas yang bisa menghambat perputaran sektor riil.
Aviliani menilai stabilitas nilai tukar juga menjadi kunci dalam menjaga ketahanan ekonomi. Ia berharap Bank Indonesia melakukan perbaikan sektor riil dan percepatan belanja pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan. (C-13)

