Ekonom: Penembakan Donald Trump Tingkatkan Ketidakpastian Pasar Global
JAKARTA, investortrust.id - Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan penembakan terhadap calon presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meningkatkan peluangnya memenangi pemilihan presiden. Prediksi ini, kata dia, meningkatkan ketidakpastian pasar.
“Karena kemungkinan kebijakannya seperti kebijakan perdagangan yang restriktif dan pemotongan pajak yang diusulkan, dapat meningkatkan inflasi,” kata Josua dalam keterangan resminya, Selasa (16/7/2024).
Josua mengatakan ketidakpastian global saat ini cenderung meningkat. Ini terjadi karena kondisi politik di wilayah Eropa dan AS.
Baca Juga
Ditetapkan Jadi Capres AS dari Partai Republik, Trump Tunjuk JD Vance Sebagai Pasangan
“Perubahan kepemimpinan di Inggris dan Prancis telah membuat investor lebih berhati-hati karena mereka menilai kembali potensi dampak dari kebijakan ekonomi baru di pasar keuangan, terutama pasar obligasi,” kata dia.
Menjelang keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), Josua mengatakan secara keseluruhan, sentimen risk-off meningkat dan permintaan terhadap aset-aset safe haven menguat. Ini, kata dia, membatasi pelemahan US Dolar Index di tengah melemahnya data ekonomi AS.
“Kami memperkirakan bahwa arah kebijakan moneter BI di masa depan terkait BI-rate akan sangat bergantung pada perkembangan kondisi ekonomi dan politik global, terutama di AS,” kata dia.
Baca Juga
Saham Trump Media Melonjak Lebih dari 30% Setelah Insiden Penembakan
Meskipun pasar saat ini mengantisipasi dua kali penurunan Fed Funds Rate (FFR) di tahun ini mulai September mendatang, Josua tetap berpandangan bahwa the Fed hanya akan menurunkan FFR satu kali, yakni di kuartal IV-2024.
“Kami masih melihat bahwa peluang penurunan BI-rate akan muncul ketika the Fed memulai penurunan FFR,” kata dia.
Oleh karena itu, Josua tetap mengantisipasi bahwa BI akan mempertahankan BI-rate di level 6,25% hingga akhir 2024 dan ruang penurunan suku bunga BI diperkirakan akan lebih terbuka pada kuartal I-2025.

