Airlangga Harap Ramadan Jadi Pengungkit Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, belanja masyarakat selama Ramadan dan Lebaran 2025 diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi kuartal I-2025.
“Ya tentu kita berharap setiap kali hari raya, ekonomi biasanya tumbuh tinggi akibat spending,” jelas Airlangga di kantornya, Jakarta, Kamis (27/3/2025).
Baca Juga
Blue Bird (BIRD) Cetak Pertumbuhan Laba Jadi Rp 593 Miliar di 2024
Airlangga mengakui bahwa terdapat penurunan perputaran uang pada Ramadan dan Lebaran 2025 dibandingkan periode sebelumnya. Meski demikian, penurunan yang terjadi diakibatkan tidak adanya momen lain yang menyertai Ramadan dan Lebaran 2025. “Kalau yang lalu kan ada pemilu, pemilihan legislatif, pemilihan presiden di kuartal I-2025,” ujar dia.
Airlangga menjelaskan, berbagai program pemerintah dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat. “Plus dengan THR (tunjangan hari raya) dan yang lain kami berharap pengungkit ini bisa terdorong,” kata dia.
Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia dalam laporannya Awas Anomali Konsumsi Jelang Lebaran 2025 menyebut, peran deflasi pada Februari 2025 tidak hanya terjadi pada pengeluaran energi rumah tangga. Penurunan pengeluaran juga terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil -0,12% secara bulanan.
Baca Juga
Tarif Trump Hambat Pertumbuhan Ekonomi Dunia, Eksportir Beberkan Dampaknya ke Indonesia
“Padahal, menjelang Ramadan pada tahun-tahun sebelumnya, kelompok makanan, minuman, dan tembakau selalu menyumbang inflasi meskipun kenaikan harga biasanya tertahan oleh musim panen yang dimulai pada Februari,” tulis laporan tersebut, dikutip Kamis (27/3/2025).
Bank Indonesia (BI) mencatat indeks penjualan riil (IPR) pada Februari 2025 diperkirakan merosot 0,5% secara tahunan karena jatuhnya penjualan kelompok makanan, minuman, dan tembakau (-1,7%). IPR mencerminkan tingkat penjualan eceran di beberapa kota besar di Indonesia. Salah satu indikator penting dari sisi produsen yang dapat menggambarkan pergerakan adalah konsumsi rumah tangga.

