Donny Tunjuk BKI Holding Operasional Danantara, Lalu Emiten BUMN?
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri BUMN yang juga Chief Operational Officer (COO) Danantara Indonesia Donny Oskaria memberikan alasan penunjukan PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI sebagai holding operasional Danantara. BKI ini akan diubah menjadi entitas dengan nama baru.
Menurut Donny, regulasi memberikan mandat kepada Danantara untuk memiliki 99% saham seri B perusahaan badan usaha milik negara (BUMN). Sedangkan 1% berupa saham seri A dipegang oleh pemerintah melalui Kementerian BUMN.
"Dengan demikian, pemerintah memilih satu perusahaan BUMN dengan keuangan yang sehat, untuk menghindari terjadinya setoral modal 1% atas total aset yang dikonsolidasikan. Parameter yang kita pilih adalah perusahaan-perusahaan yang paling sehat secara finansial. Paling sehat itu artinya tidak punya problem-problem finansial yang besar. Kita sudah memutuskan memilih BKI," katanya saat Meet the Team Danantara Indonesia di Jakarta, Selasa (25/03/2025).
Tak Punya Utang
BKI ini merupakan holding bagi ID Survey, yang disebut Donny sebagai perusahaan yang tidak memiliki utang. Oleh karena itu, lebih mudah untuk menjadikan BKI sebagai holding operasional Danantara.
Donny menuturkan setelah ditunjuk menjadi holding operasional Danantara, BKI akan berubah menjadi entitas dengan nama yang baru. "BKI akan menjadi perusahaan baru, sehingga nanti yang dipakai adalah BKI Holding, yang akan diganti nama. Ini tentunya menjadi holding dari Danantara untuk operasional," tutur dia.
Pengalihan Saham BUMN ke Holding Operasional Danantara
Selain itu, Danantara nantinya juga bakal melakukan aksi korporasi dan konsolidasi kepada BUMN yang masuk ke dalam holding operasional. "Kami akan me-mapping ulang seluruh BUMN kita. Akan terjadi nanti konsolidasi bisnis, termasuk me-review terhadap existing holding yang sudah ada. Jadi, nanti menjadi holding yang operasional dan antara superholding-nya," katanya.
Pemerintah telah resmi mengalihkan kepemilikan saham Seri B dan Seri C di sejumlah BUMN kepada PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), yang nantinya akan menjadi holding operasional bagi Danantara. Dengan pengalihan saham ini, BKI akan menjadi perusahaan induk, yang bertanggung jawab atas pengelolaan saham mayoritas di berbagai sektor strategis.
Baca Juga
Penguatan Dolar dan Sinyal Pelonggaran Tarif Trump Tekan Harga Emas
Pembentukan Holding Operasional Danantara sejalan dengan upaya pemerintah melakukan restrukturisasi dan optimalisasi aset BUMN. Melalui skema inbreng ini, diharapkan perusahaan-perusahaan BUMN yang tergabung dalam holding dapat lebih fleksibel dalam mengambil kebijakan strategis, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat daya saing.
Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/03/2025), berikut daftar saham seri B yang dilakukan pengalihan oleh pemerintah kepada BKI:
-Garuda Indonesia (GIAA): 15.670.777.620 saham Seri B dan 43.367.346.782 saham Seri C atau total 59.038.124.402 lembar saham (64,536% dari total saham).
-Bank Negara Indonesia (BNI): 22.378.387.749 saham Seri B dan Seri C atau setara dengan 60% dari total saham yang telah diterbitkan dan disetor penuh.
-Bank Mandiri (BMRI): 48.533.333.333 saham Seri B atau 52% dari total saham.
-Bank Rakyat Indonesia (BBRI): 48.533.333.333 saham Seri B atau 52% dari total saham.
-Bank Tabungan Negara (BBTN): 8.420.666.647 saham Seri B atau 60% dari total saham.
-Semen Indonesia (SMGR): 3.457.023.004 saham Seri B atau 51,20% dari total saham yang sebelumnya dimiliki oleh Negara RI melalui Kementerian BUMN.
-Telkom Indonesia (TLKM): 51.602.353.559 saham Seri B atau 52,09% dari total saham.
-Jasa Marga (JSMR): 5.080.509.839 saham Seri B atau 70% dari total saham.

