The Fed Diperkirakan Tahan Bunga Lama, Rupiah Melemah
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah ditutup melemah dalam perdagangan hari Jumat (21/3/2025), menjelang akhir pekan. Berdasarkan data Jisdor Bank Indonesia (BI), kurs rupiah ditutup melemah 20 poin (0,12%) ke level Rp 16.501 per dolar AS. Kemarin, Jisdor BI mencatat kurs mata uang Garuda ditutup melemah di Rp 16.481 per dolar AS.
Dari perdagangan di pasar spot valas, data Yahoo Finance menunjukkan kurs rupiah bergerak melemah 28 poin (0,17%) ke level Rp 16.498 per dolar AS. Kemarin, kurs rupiah berada di posisi Rp 16.470 per dolar AS.
Baca Juga
"Indeks dolar pulih dari tekanan pascapertemuan The Fed. Ini karena pasar semakin yakin bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama tahun ini, bahkan ketika mempertahankan proyeksi pemotongan suku bunga 50 basis poin pada tahun 2025. Pasar memperkirakan lebih sedikit peluang suku bunga turun dalam waktu dekat, terutama karena The Fed tidak mengubah suku bunga minggu ini," kata pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam laporan di Jakarta, Jumat (21/03/2025).
Trump Berharap Penurunan Bunga
Sementara itu, data klaim pengangguran juga menunjukkan ketahanan di pasar tenaga kerja, yang merupakan salah satu pertimbangan The Fed untuk pemotongan suku bunga. Selain itu, para pedagang sebagian besar mengabaikan seruan berulang Presiden AS Donald Trump agar The Fed memangkas suku bunga. Trump pada hari Kamis mengatakan "akan sangat bagus" jika The Fed segera memangkas suku bunga.
"Bank Sentral tidak mengisyaratkan niat seperti itu selama pertemuannya baru-baru ini, menandai meningkatnya ketidakpastian atas ekonomi, tarif impor Trump, dan lintasan inflasi. The Fed juga menaikkan perkiraan inflasi 2025 dan memangkas prospek pertumbuhannya," tulis Ibrahim.

