The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga, Imbal Hasil Treasury AS Naik
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil Treasury AS naik pada hari Senin (10/06/2024). Investor menantikan pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve dan data inflasi utama yang akan dirilis minggu ini. Pasar memperkirakan The akan mempertankan suku bunga.
Baca Juga
Imbal Hasil Treasury AS Melonjak setelah Rilis Data Ketenagakerjaan
Dikutip dari CNBC, imbal hasil Treasury 10-tahun naik hampir 4 basis poin menjadi 4,465%. Imbal hasil Treasury 2 tahun lebih tinggi 1 basis poin menjadi 4,883%.
Minggu ini akan dirilis keputusan suku bunga dan panduan kebijakan terbaru Federal Reserve, serta data ekonomi utama yang baru, termasuk data inflasi.
The Fed akan mengadakan pertemuan pada hari Selasa dan Rabu, dan diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada akhir pertemuannya. Hal yang sama juga berlaku pada pertemuan The Fed pada bulan Juli, dan para pedagang terakhir memperkirakan kemungkinan 50% penurunan suku bunga pada bulan September, menurut FedWatch Tool dari CME Group.
Baca Juga
Namun, investor akan dengan cermat mengikuti panduan yang dikeluarkan oleh bank sentral pada minggu ini, serta konferensi pers pasca-pertemuan, dan mengamati petunjuk mengenai prospek suku bunga dan perekonomian.
Juga pada minggu ini, laporan indeks harga konsumen dan produsen untuk bulan Mei akan diterbitkan, memberikan wawasan inflasi terkini.
Para pembuat kebijakan telah berulang kali mengatakan bahwa mereka mencari lebih banyak bukti data untuk memastikan bahwa inflasi menurun secara berkelanjutan menuju target 2% sebelum melakukan penurunan suku bunga. Hal ini mendorong banyak investor berharap pada data ekonomi yang menandakan perekonomian sedang melemah.
Namun minggu lalu, laporan pekerjaan bulan Mei menunjukkan bahwa upah non pertanian (nonfarm payrolls) naik lebih dari yang diharapkan, meningkat sebesar 272.000 selama bulan tersebut. Angka tersebut lebih tinggi dari angka yang direvisi turun pada bulan April sebesar 165.000 dan di atas perkiraan sebelumnya sebesar 190.000.
Baca Juga
Risalah Terbaru The Fed Indikasikan Bank Sentral Kurang Pede Turunkan Suku Bunga

