The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga, Investor Obligasi Masih “Wait and See”
JAKARTA, Investortrust.id – Investor obligasi masih wait and see. Mereka masih menunggu data ekonomi utama yang akan dirilis pekan ini. Imbal hasil Treasury AS 10-tahun naik pada hari Senin waktu setempat atau Selasa (12/9/2023).
Baca Juga
Emas Terseok Setelah Dolar Menguat dan Yield Obligasi AS Naik
Mengutip CNBC.com, imbal hasil Treasury 10-tahun naik tiga basis poin menjadi 4,288%. Sedangkan, imbal hasil Treasury 2 tahun datar di 4,988%.
Perlu dikatahui, imbal hasil dan harga obligasi bergerak berlawanan arah dan satu basis poin sama dengan 0,01%.
Iinvestor menunggu data ekonomi utama yang dirilis minggu ini. Data ini dapat memberikan petunjuk tambahan tentang prospek suku bunga.
Konsensus Suku Bunga
The Wall Street Journal melaporkan pada hari Minggu bahwa ada konsensus di Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga ketika bank sentral bertemu minggu depan. Kontrak berjangka Fed menempatkan peluang The Fed untuk tetap bertahan pada 20 September sebesar 93% setelah laporan tersebut, menurut alat CME FedWatch. Masih belum jelas apakah The Fed akan menaikkan suku bunga lagi tahun ini, kata laporan WSJ.
Investor bersiap menyambut rilis data inflasi bulan Agustus, dengan indeks harga konsumen dan indeks harga produsen masing-masing dijadwalkan pada hari Rabu dan Kamis.
Baca Juga
Angka-angka tersebut kemungkinan besar akan menginformasikan langkah kebijakan moneter Federal Reserve selanjutnya. Dalam beberapa minggu terakhir, beberapa pejabat bank sentral telah mengindikasikan bahwa data ekonomi akan sangat penting dalam keputusan suku bunga The Fed mendatang.
Hal ini terjadi karena kekhawatiran kemungkinan kenaikan suku bunga masih tumbuh di kalangan investor dalam beberapa minggu terakhir setelah serangkaian data yang kuat dan harga energi yang lebih tinggi. Sebagian investor menganggap itu sebagai tanda berlanjutnya tekanan inflasi. Oleh karena itu, data inflasi minggu ini dapat menambah atau menenangkan kekhawatiran tersebut.
Data penjualan ritel juga akan dipublikasikan pada hari Kamis, diikuti oleh laporan sentimen konsumen Universitas Michigan pada hari Jumat.
Baca Juga

