Pengamat Ramal Rupiah Bisa Tembus Rp16.900 per Dolar AS
JAKARTA, investortrust.id - Pengamat ekonomi PT Bank UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja blak-blakan meramal nilai tukar (kurs) rupiah bisa terus merosot hingga tembus ke level Rp16.900-an per dolar Amerika Serikat (AS). Dalam forecastnya, ia menyebut kemungkinan tersebut bisa terjadi pada kuartal IV 2025 ini.
"Forecast kami rupiah bisa tembus Rp16.900 pada kuartal IV 2025 ini," katanya ditemui usai menghadiri media literacy bersama Bank UOB di The St. Regis, Jakarta, Selasa (11/3/2025).
Bukan tanpa alasan, ia menyebut indeks dolar AS akan terus menguat setidaknya sampai dengan The Fed memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan Fed Fund Rate. Terkait itu ia memprediksi The Fed baru akan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps)-50 bps di kuartal IV-2025 mendatang.
Baca Juga
"Dan Bank Indonesia masih akan memangkas dua kali kali lagi (suku bunga acuan), satu kali di kuartal II-2025 dan satu kali di kuartal III-2025," lanjut dia.
Ia pun berujar merosotnya nilai tukar rupiah juga berkaitan dengan derasnya capital outflow atau keluarnya dana asing dari pasar saham dan obligasi Indonesia. Terlebih para investor lebih memilih instrumen pasar uang dengan membeli dolar yang dianggap safe-haven.
"Rupiah tetap melemah itu karena pasar kita kurang dalam. Asing jual saham, saham dibeliin dolar, semuanya berkaitan," ungkapnya.
Alumnus National University of Singapore (NUS) itu mengatakan, pemerintah melalui otoritas moneter dapat melakukan sejumlah intervensi untuk mencegah merosotnya nilai tukar rupiah. Di antaranya melalui optimalisasi kebijakan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) dan memastikan kecukupan likuiditas.
"Dan secara global, secara eksternal (diharapkan) The Fed akan memangkas suku bunga acuan. Maka (barulah) otomatis dolar akan melemah," sebutnya.

