Laba Emiten Tumbuh 8%, Manulife Aset Manajemen Ramal IHSG Bisa Tembus 7.800
JAKARTA, investortrust.id – PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) memproyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat mencapai Rp 7.800 sampai akhir 2024.
Proyeksi ini lebih kecil dibanding rata-rata prediksi IHSG yang dikeluarkan manajer investasi (MI) atau sekuritas lain yang berkisar di level 8.000 lebih.
“Pendapatan perusahaan diperkirakan masih tumbuh dengan kecepatan yang relatif sehat pada tahun 2024. Kami memperkirakan IHSG mencapai level 7.800 di akhir tahun 2024,” ujar Senior Portfolio Manager Equity MAMI Samuel Kesuma dalam Indonesia Market Outlook: Keeping Up with 2024, Kamis (18/1/2024).
Samuel menyebut, valuasi saham di Indonesia terdiskon sepanjang 2023, karena pertumbuhan kinerja laba perusahaan tidak diiringi peningkatan harga saham. Dengan begitu, price-to earnings ratio (Rasio P/E, PER) saham, rata-rata berada di bawah 13 kali atau undervalued.
Baca Juga
“Saat ini valuasi saham Indonesia sudah jauh lebih rendah dibandingkan valuasi rata-rata selama sepuluh tahun terakhir,” imbuhnya.
Potensi pemangkasan suku bunga, stabilitas rupiah, dan meningkatnya aktivitas perekonomian ditopang oleh distribusi belanja kampanye, diharapkan menjadi katalis yang dapat mendorong pasar saham Indonesia menguat lebih lanjut.
Tahun ini, MAMI memprediksi kinerja perusahaan-perusahaan terbuka semakin membaik dengan pertumbuhan laba rata-rata 8%, sehingga kinerja harga sahamnya diharap dapat mengikuti.
Samuel menambahkan, terdapat katalis positif yang dapat membuka peluang valuasi saham dihargai lebih tinggi. Hal ini dilatarbelakangi ekonomi makro yang lebih positif bagi dunia investasi, menjelang peralihan kebijakan moneter global ke arah yang lebih akomodatif pada 2024.
Baca Juga
IHSG Berpotensi Tertekan, Cermati Pergerakan 4 Saham Syariah Ini
“Optimisme terhadap peningkatan aktivitas perekonomian di tahun pemilu dan kondisi moneter yang lebih akomodatif diharapkan dapat memperbaiki konektivitas, antara makro domestik yang baik dan aliran likuiditas ke pasar saham Indonesia,” tutur Samuel optimistis.
Dalam kesempatan yang sama, Chief Economist & Investment Strategist MAMI Katarina Setiawan menyampaikan bahwa pasar finansial Indonesia masih akan positif pada 2024. Hal ini didukung perekonomian global yang bergerak bullish, pasar Asia yang lebih suportif, dan kondisi pasar domestik yang stabil
“Terlihat dari inflasi yang tetap terkendali dan upaya Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas Rupiah,” ujar Katarina. (CR-10)

