Rupiah Ditutup Melemah, Hampir Tembus Rp 16.000 per Dolar
JAKARTA, investortrust.id - Mata uang rupiah ditutup melemah dalam pantauan perdagangan spot awal pekan, Senin (1/4/2024). Dilansir dari yahoo finance, mata uang rupiah ditutup ke level Rp 15.883 per USD, setelah sebelumnya sempat berada di posisi Rp 15.848 per USD.
Sementara dari perdagangan rata-rata di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah tembus ke angka Rp 15.909 per USD pada penutupan perdagangan Senin (1/4/2024). Sebelumnya mata uang Garuda berada di level Rp 15.873 per USD pada penutupan perdagangan Kamis (28/3/2024).
Kemudian dalam pantauan kurs PT Bank Central Asia Tbk (BCA), mata uang rupiah berada di posisi jual Rp 15.910 per USD dan posisi beli Rp 15.880 per USD berdasarkan e-Rate. Sedangkan berdasarkan TT Counter, rupiah berada di posisi jual Rp 16.045 per USD dan posisi beli Rp 15.745 per USD.
Merespons hal tersebut, Chief Economist PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David Sumual menilai melemahnya rupiah tidak terlepas dari menguatnya indeks dolar Amerika Serikat (AS).
Baca Juga
Diungkap David menguatnya indeks dolar dipicu pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell yang menekankan Federal Reserve tidak terburu-buru memangkas suku bunga.
"Sebelumnya Gubernur Fed Christopher Waller juga mengatakan hal yang serupa, serta menambahkan bahwa data terkini memerlukan penundaan atau pengurangan jumlah pemotongan suku bunga pada tahun ini," kata David kepada Investortrust.id, Senin (1/4/2024).
Sementara itu Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi Maret 2024 mencapai 0,52% secara bulananan (m-to-m) pada Senin (1/4/2024) dan relatif lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya dan tahun lalu. Inflasi ini dipicu oleh kenaikan bahan pangan, beras, gula, daging ayam, telur ayam dan bawang putih, saat Ramadan kali ini.
Adapun, inflasi tahunan mencapai 3,05% dan inflasi tahun kalender sebesar 0,93%. Laju inflasi 1,42% dan andil 0,41% dengan komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini telur andil 0,09%, daging ayam andil 0,09%, beras andil 0,09%, cabai rawit 0,02% bawang putih andil 0,02%.

