Makin Tertekan, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp16.387 per Dolar AS
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) rupiah semakin tertekan imbas menguatnya indeks dolar Amerika Serikat (AS). Jisdor Bank Indonesia (BI) mencatat mata uang Garuda melemah 71 poin (0,43%) ke level Rp16.387 per dolar AS.
Sementara pada perdagangan pasar spot valas, dilansir oleh Yahoo Finance kurs rupiah bergerak melemah 25 poin (0,15%) ke level Rp16.364 per dolar AS. Sedangkan pada penutupan perdagangan terakhir, mata uang Garuda berada pada posisi Rp16.339 per dolar AS.
Menurut pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi, selera risiko diguncang oleh Presiden AS Donald Trump yang mengancam tarif perdagangan lebih tinggi, sementara data kepercayaan konsumen yang lemah memicu meningkatnya kekhawatiran atas ekonomi AS yang melambat.
Baca Juga
"Trump menambah sentimen negatif dengan mengancam akan mengenakan tarif pada tembaga. Sebelumnya minggu ini, ia juga mengisyaratkan bahwa tarif 25% pada Kanada dan Meksiko akan dikenakan pada awal Maret," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (26/2/2025).
Pungutan atas impor dari kedua negara tersebut "tepat waktu dan sesuai jadwal" meskipun keduanya telah berupaya untuk memperkuat keamanan perbatasan, Trump menambahkan. Ia membuat pernyataan tersebut setelah ditanya apakah tetangga utara dan selatan Amerika telah melakukan cukup banyak upaya untuk menghindari bea masuk.
Trump tidak secara khusus menyebutkan batas waktu 4 Maret saat tarif akan mulai berlaku. Langkah tersebut akan berlaku untuk impor AS senilai lebih dari $918 miliar dari Kanada dan Meksiko, dan mengancam akan mengacaukan ekonomi Amerika Utara yang sangat terintegrasi.
"Selain itu, data AS menunjukkan kepercayaan konsumen pada bulan Februari memburuk pada kecepatan tertajamnya dalam 3-1/2 tahun, dengan ekspektasi inflasi 12 bulan melonjak," tutup Ibrahim.

