Dibayangi Resesi Global, Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.692 per Dolar AS
JAKARTA, Investortrust.id - Nilai tukar rupiah pada perdagangan kurs Rabu (28/2/2024) kembali melemah. Rupiah ditutup melemah 46 poin ke level Rp15.692 per US$.
Menurut pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi, memasuki periode 2024 gambaran prospek ekonomi global dibayangi oleh kondisi resesi dan hiperinflasi sebagai dampak situasi geopolitik dan geoekonomi internasional. Kendati demikian, ia menilai kondisi perekonomian makro pada awal kuartal pertama 2024 terlihat menunjukkan outlook yang lebih optimistis, ditambah dengan pemilihan presiden ( Pilpres) yang berjalan damai.
"Hal ini ditunjukkan dengan performa pasar saham AS dan China yang bergerak ke tren yang jauh lebih positif," sebut Ibrahim, Rabu (28/2/2024).
Lebih lanjut setelah pembukaan kembali akses ekonomi di China, permintaan investor global terhadap saham-saham di pasar China semakin tinggi. Peningkatan dua kali lipat dari pembelian ekuitas China, dibandingkan angka 2019 atau masa sebelum pandemi.
Baca Juga
Sementara itu terkait dengan sentimen eksternal, Ibrahim menilai pelaku pasar tengah menunggu angka inflasi dan pertumbuhan ekonomi utama untuk isyarat perdagangan lebih lanjut. Data indeks harga PCE alat pengukur inflasi pilihan The Fed akan dirilis pada hari Kamis, dan diperkirakan menunjukkan inflasi tetap stabil di bulan Januari.
"Skenario seperti ini memberi The Fed lebih banyak dorongan untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama," tandasnya.
Beberapa pejabat Fed juga memperingatkan pekan ini bahwa inflasi yang tinggi akan menghalangi The Fed untuk menurunkan suku bunga di awal tahun 2024.

