Balik Arah, Asing Kompak Beli Neto Saham Jumbo dan SBN
JAKARTA, investortrust.id – Berbalik arah, investor asing kompak mencatatkan beli neto saham jumbo pada Senin (17/02/2024) dan net buy Surat Berharga Negara (SBN) Jumat lalu. Di Bursa Efek Indonesia, non-resident akhirnya melakukan net buy saham menembus Rp 1,08 triliun, setelah sebelumnya lama membukukan net sell.
Aksi beli itu membuat akumulasi net sell asing berkurang di Bursa Efek Indonesia secara month to date, menjadi Rp 5,73 triliun hingga kemarin. “Sedangkan secara year to date hingga Senin, asing mencatatkan net sell Rp 9,44 triliun,” papar BEI dalam keterangan di Jakarta, Senin malam.
| Perkembangan transaksi neto saham oleh asing di BEI hingga 17 Februari 2025. Infografis: Diolah Riset Investortrust. |
Baca Juga
Naik, Surplus Neraca Perdagangan Januari Capai US$ 3,45 Miliar
Sedangkan di pasar SBN, data terbaru yang dirilis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) adalah transaksi Jumat lalu (14/02/2025), dengan non-resident di pasar SBN rupiah yang dapat diperdagangkan mencatatkan pembelian neto Rp 0,06 triliun. Secara month to date, asing mencatatkan pembelian bersih Rp 5,53 triliun hingga Jumat lalu, dan secara year to date mencapai Rp 10,18 triliun hingga Jumat lalu.
BBRI dan TLKM Diburu Asing
Sementara itu, seiring pemodal asing akhirnya berbalik mencatatkan pembelian bersih saham jumbo, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) melompat 192,42 poin (2,90%) ke 6.830,88 pada Senin (17/02/2025). Penguatan harian 2,90% ini merupakan yang tertinggi sepanjang tahun ini.
Kenaikan indeks didukung penguatan sejumlah sektor saham. Ini seperti sektor material dasar melonjak 3,67%, sektor energi 3,30%, sektor keuangan 2,38%, sektor infrastruktur 2,03%, dan sektor industri 1,72%. Sebaliknya, penurunan melanda saham sektor consumer nonprimer dan consumer.
Di tengah lompatan indeks, dua saham menorehkan penguatan harga hingga auto reject atas (ARA). Saham ini adalah PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) yang melambung sebanyak 34,56% menjadi Rp 183 dan PT Remala Abadi Tbk (DATA) naik 24,59% menjadi Rp 1.140.
Net buy tercatat terbanyak melanda saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 402,42 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 217,41 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 167,75 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 162,84 miliar. Selain itu, dan PT Petrosea Tbk (PTRO) senilai Rp 60,73 miliar.
Baca Juga

