Balik Arah, Asing Jual Neto Rp 8,81 Triliun Sepekan di Pasar Keuangan
JAKARTA, investortrust.id - Berdasarkan kondisi perekonomian global dan domestik terkini, Bank Indonesia menyampaikan perkembangan indikator stabilitas nilai rupiah. Bank Indonesia mencatat, dalam sepekan ini, asing melakukan jual neto sebesar Rp 8,81 triliun di pasar keuangan, berbalik arah dari sepekan sebelumnya yang mencatatkan beli neto mencapai Rp 7,33 triliun.
"Kami sampaikan perkembangan lebih lanjut indikator nilai tukar 16 - 20 Desember 2024. Pada akhir hari Kamis, 19 Desember 2024, rupiah ditutup pada level (bid) Rp 16.285 per dolar Amerika Serikat dan yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun naik ke 7,07%. DXY (indeks dolar AS) menguat ke level 108,41 dan yield UST (US Treasury) Note 10 tahun naik ke level 4,562%," kata Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan di Jakarta, 20 Desember 2024.
DXY adalah indeks yang menunjukkan pergerakan dolar AS terhadap 6 mata uang utama lainnya, yakni euro (EUR), yen Jepang (JPY), pound sterling Inggris (GBP), dolar Kanada (CAD), krona Swedia (SEK), dan franc Swiss (CHF). Sedangkan US Treasury Note merupakan surat utang negara yang dikeluarkan pemerintah AS dengan tenor 1-10 tahun.
Baca Juga
Asing Lanjut Net Sell Saham Rp 0,94 Triliun Kamis, di SBN Rp 0,75 Triliun
"Pada pagi hari Jumat, 20 Desember 2024, rupiah dibuka pada level (bid) Rp 16.290 per dolar AS. Sedangkan yield SBN 10 tahun stabil ke 7,07%," ujarnya.
Aliran Modal Asing Minggu III Desember
Ramdan Denny memaparkan pula indikator aliran modal asing pada minggu III Desember 2024. Premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia 5 tahun per 19 Desember 2024 sebesar 75,79 bps, naik dibanding dengan 13 Desember 2024 sebesar 71,81 bps. CDS merupakan kontrak keuangan yang digunakan untuk mengalihkan risiko kredit dari satu pihak ke pihak lain.
"Berdasarkan data transaksi 16 -19 Desember 2024, non-resident tercatat jual neto sebesar Rp 8,81 triliun. Ini terdiri dari jual neto sebesar Rp 3,67 triliun di pasar saham, Rp 4,43 triliun di pasar SBN, dan Rp 0,71 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI)," ucapnya.
Sementara itu berdasarkan data transaksi periode sama pekan lalu, tanggal 9 -12 Desember 2024, investor asing tercatat beli neto sebesar Rp 7,33 triliun. Ini terdiri dari jual neto sebesar Rp 1,31 triliun di pasar saham, beli neto sebesar Rp 8,84 triliun di pasar Surat Berharga Negara, dan jual neto sebesar Rp 0,20 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia.
Baca Juga
"Sedangkan pada semester II-2024, non-resident tercatat beli neto sebesar Rp 17,10 triliun di pasar saham RI. Selain itu, beli neto Rp 71,77 triliun di pasar SBN dan Rp 41,62 triliun di SRBI," tuturnya.
Selama tahun 2024, berdasarkan data setelmen hingga 19 Desember 2024, non-resident tercatat beli neto sebesar Rp 17,45 triliun di pasar saham. Selain itu, beli neto Rp 37,81 triliun di pasar SBN dan Rp 171,97 triliun di SRBI.
"Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait. Selain itu, mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia," tandasnya.

