Balik Arah, Asing Net Buy Saham Jumbo Rp 2,12 Triliun, di SBN Rp 2,29 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Dana asing mengalir masuk ke pasar saham domestik pada Rabu (31/7/2024), dengan mencatatkan net buy jumbo Rp 2,12 triliun. Hal ini berbalik arah dengan penjualan bersih Rp 0,88 triliun yang terjadi pada Selasa lalu di Bursa Efek Indonesia.
Sepanjang Juli ini, asing mencatatkan pembelian bersih saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) senilai Rp 6,69 triliun month to date. “Sedangkan secara year to date, asing masih mencatatkan net sell saham Rp 1,04 triliun,” papar BEI dalam keterangan di Jakarta pada Rabu sore.
Baca Juga
Net Buy Melesat Rp 2,11 Triliun, Asing Borong Saham Ini Dipimpin BBRI
Net Buy SBN Rp 4,9 T Mtd
Sementara itu, di pasar Surat Berharga Negara (SBN), data terbaru yang dirilis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) adalah transaksi pada Selasa lalu (30/7/2024). Non-resident di pasar SBN rupiah yang dapat diperdagangkan juga melakukan pembelian jumbo neto Rp 2,29 triliun.
Secara month to date, asing mencatatkan pembelian bersih Rp 4,9 triliun di SBN rupiah yang dapat diperdagangkan hingga Selasa lalu. Secara year to date asing mencatatkan penjualan bersih Rp 29,05 triliun hingga Selasa lalu.
Baca Juga
Net Buy Melesat Rp 2,11 Triliun, Asing Borong Saham Ini Dipimpin BBRI
Rupiah Rebound
Seiring dengan capital inflow di pasar keuangan Indonesia, nilai tukar rupiah berhasil rebound terhadap dolar Amerika Serikat dalam penutupan perdagangan Rabu (31/7/2024). Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), kurs rupiah ditutup menguat 26 poin ke level Rp 16.294/USD.
Di pasar spot valas, sebagaimana dilansir Yahoo Finance hingga Rabu pukul 17.00 WIB, kurs rupiah bergerak menguat 39 poin ke level Rp 16.255/USD. Analis PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, saat ini, para pedagang juga 'menjauh' dari dolar sebelum penutupan rapat The Fed pada 31 Juli 2024 waktu AS.
Bank sentral di negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil 5,25-5,50%. "Fokus pelaku pasar akan tertuju pada sinyal potensial pemangkasan suku bunga, menyusul beberapa pembacaan inflasi yang lemah dan komentar dovish dari pejabat The Fed. Konsensus umum sebagian besar mendukung pemangkasan (Fed Funds Rate) 25 basis poin pada bulan September," kata Ibrahim dalam keterangan di Jakarta, Rabu (31/7/2024).
Pelaku pasar juga mencermati ketegangan di Timur Tengah memanas, menyusul laporan bahwa Kepala Hamas Ismail Haniyeh telah dibunuh di Iran. Ini menurut pernyataan dari kelompok militan Palestina Hamas dan laporan media pemerintah Iran pada hari Rabu.

