Asing Balik Arah Net Buy Saham, Net Sell SBN
JAKARTA, investortrust.id – Aliran dana asing berbalik masuk pasar saham pada Selasa (22/04/2025) dan net sell di Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia Senin. Pemodal asing mencatatkan transaksi net buy tipis Rp 0,12 triliun pada perdagangan hari ini di Bursa Efek Indonesia, sedangkan di SBN mencatatkan penjualan bersih Rp 0,34 triliun kemarin.
Net foreign capital inflows ini sedikit mengurangi pembelian neto saham di BEI month to date menjadi Rp 20,19 triliun. "Sedangkan secara year to date, net sell asing di saham senilai Rp 50,11 triliun. Ini setara US$ 2,97 miliar," papar manajemen BEI, Jakarta, Selasa sore.
Baca Juga
Sementara itu, di pasar SBN, data terbaru yang dirilis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) adalah transaksi Senin, dengan non-resident di pasar SBN rupiah yang dapat diperdagangkan mencatatkan penjualan neto Rp 0,34 triliun. Secara month to date, asing mencatatkan net sell Rp 1,75 triliun hingga Senin.
Namun secara year to date, asing masih mencatatkan pembelian bersih Rp 13,48 triliun hingga Senin.
Baca Juga
Rapat Dewan Gubernur BI Dibuka Rupiah Melemah, IHSG Lanjut Menguat
ANTM Diburu
Investortrust.id mencatat, pemodal asing akhirnya membukukan pembelian bersih di BEI Selasa, setelah berminggu-minggu dirundung penjualan bersih (net sell). Net buy mendorong indeks harga saham gabungan (IHSG) melompat 92,3 poin (1,43%) ke 6.538,27.
Net buy terbanyak melanda saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 145,50 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencapai Rp 139,78 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 134,89 miliar, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) Rp 55,41 miliar, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Rp 48,07 miliar.
Sebaliknya, lima saham dengan torehan net sell terbanyak dicatatkan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 174,27 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 76,08 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 46,30 miliar, PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 40,15 miliar, dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) Rp 39,30 miliar.
Lompatan IHSG hari ini terdorong kenaikan harga saham emiten Prajogo Pangestu dan sejumlah saham sektor batu bara, menjelang penerapan aturan royalty baru. Sedangkan sektor saham penyumbang utama penguatan indeks datang dari sektor energi melonjak 3,37%, sektor material dasar naik 3,36%, sektor properti meningkat 1,83%, sektor infrastruktur menguat 1,70%, dan sektor keuangan naik 1,36%. Sebaliknya, penurunan melanda saham sektor consumer non-primer, kesehatan, dan teknologi.
Baca JugaMoeldoko Khawatir Rencana Pelonggaran TKDN Bakal Buat Investor Kecewa
Empat saham hari ini tercatat berhasil melambung harganya hingga auto reject atas (ARA). Ini seperti saham PT MDTV Media Technologies Tbk (NETV) naik 34,75% menjadi Rp 190 dan saham PT Natura City Developments Tbk (CITY) naik 34,18% menjadi Rp 106.
Penguatan harga tinggi juga melanda saham PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) naik 24,49% menjadi Rp 4.270 dan PT Indika Energy Tbk (INDY) meningkat 24,89% menjadi Rp 1.405. Selain itu, harga saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) melonjak 20,29% menjadi Rp 830 dan PT Harum Energy Tbk (HRUM) naik 19,58% menjadi Rp 855.
Sebaliknya, sejumlah saham tercatat menurun dalam. Ini seperti saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII), PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA), PT Sunter Lakeside Hotel Tbk (SNLK), dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA).

