Kurs Rupiah Diperkirakan Menguat Kamis Pagi
JAKARTA, investortrust.id - Pada perdagangan Rabu sore, kurs rupiah ditutup menguat 58 poin ke level Rp 16.292 per dolar Amerika Serikat, dibanding penutupan sebelumnya di level Rp 16.351. Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar mata uang Garuda diperkirakan fluktuatif, namun kemungkinan ditutup menguat di rentang Rp 16.250 - Rp.16.310 per dolar AS.
"Pada perdagangan Rabu sore, mata uang rupiah ditutup menguat 58 poin, sebelumnya sempat menguat 70 poin, di level Rp16.292 per dolar AS. Kekhawatiran tentang perang dagang global yang berlarut-larut sedikit mereda sebelumnya, menyusul kesepakatan menit-menit terakhir Presiden AS Donald Trump dengan Kanada dan Meksiko. Baik Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum sepakat untuk meningkatkan upaya penegakan hukum perbatasan, sebagai tanggapan atas permintaan Presiden AS untuk menindak tegas imigrasi dan penyelundupan narkoba, yang mengarah pada penangguhan tarif impor 25% (atas barang Kanada dan Meksiko) selama 30 hari," kata pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi di Jakarta, dikutip Kamis (06/02/2025).
Sementara itu, pengamat pasar modal Reza Priyambada mengatakan, untuk katalis negatif datang dari rilis data produk domestik bruto (PDB) Indonesia tahun 2024. "GDP Indonesia tumbuh 5,03% pada 2024 atau turun dari tahun sebelumnya 5,05%, di tengah penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar. Katalis positif datang dari Presiden Trump yang memerintahkan penundaan 30 hari ke depan untuk kenaikan tarif impor dari (barang) Meksiko dan Kanada," katanya di Jakarta, Kamis (06/02/2025).
Mayoritas Bursa Global Menguat
Reza juga menjelaskan, mayoritas indeks utama bursa AS ditutup menguat Rabu waktu setempat atau Kamis dini hari WIB. Investor tampaknya menghilangkan kekhawatiran mengenai kenaikan tarif impor oleh negara dengan perekonomian terbesar itu, yang dimulai pada hari Senin setelah Trump mengumumkan pungutan 10% untuk impor dari Cina pada akhir pekan. Berikutnya, sentimen membaik setelah presiden Trump menunda bea masuk untuk barang-barang Meksiko dan Kanada.
Baca Juga
"Pada pagi ini (saat laporan dibuat), saham di bursa Asia diperdagangkan mayoritas menguat. Indeks Nikkei 225 Jepang menguat (+0.57%), juga indeks Kospi Korsel mengalami penguatan (+0.47%). Kami memproyeksikan IHSG (indeks harga saham gabungan di BEI) akan bergerak pada kisaran support di level 6.987 dan resistance di level 7.129, dengan kecenderungan melemah," papar direktur PT Reliance Sekuritas Tbk (RELI) ini.
IHSG pada hari Rabu (05/02/2025) ditutup pada level 7.024.23 (-0,70%). Pelemahan dipimpin oleh saham-saham financials (-1.40%) dan healthcare (-1.13%).
Sementara itu, asing membukukan net sell sebesar Rp 511.82 miliar di pasar reguler, dengan saham-saham yang paling banyak dijual seperti BBCA, GOTO, BBRI, BBNI, dan BMRI. Katalis negatif datang dari rilis data GDP Indonesia tahun 2024 yang turun dari tahun sebelumnya 5,05%, ditengah penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

