PDB AS Tumbuh 2,8%, Kurs Rupiah Dibuka Menguat Kamis Pagi
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah dibuka menguat dalam perdagangan Kamis (28/11/2024) pagi, setelah libur Pilkada 2024 di Indonesia kemarin. Dilansir Yahoo Finance, nilai tukar rupiah menguat 80 poin (0,50%) ke level Rp 15.844/USD, dibanding hari perdagangan sebelumnya di posisi Rp 15.924/USD.
"Mata uang Garuda terhadap dolar AS hari ini kemungkinan akan bergerak di kisaran Rp 15.871/USD dan Rp 15.975/USD," kata Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro dalam keterangan di Jakarta, Kamis (28/11/2024).
PDB AS Kuartal III Tumbuh 2,8%
Andry juga mengungkapkan sejumlah perkembangan data ekonomi global. Ini di antaranya, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat untuk kuartal III dikonfirmasi sebesar 2,8%, didorong oleh belanja konsumen yang solid.
Andry juga mengungkapkan sejumlah perkembangan data ekonomi global. Ini di antaranya, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat untuk kuartal III dikonfirmasi sebesar 2,8%, didorong oleh belanja konsumen yang solid.
"Dari sentimen global ada data perekonomian PDB AS. Sementara indeks harga inti PCE, ukuran inflasi yang disukai Federal Reserve, naik sebesar 0,2% pada Oktober dan 2,3% tahun ke tahun (year-on-year)," kata Andry.
Inflasi inti AS menunjukkan pembacaan yang lebih kuat, dengan peningkatan sebesar 0,3% month-to-month dan 2,8% tahun ke tahun, juga sesuai perkiraan. Belanja naik 0,4% m-to-m, sesuai perkiraan.
"Sementara pendapatan pribadi di AS melonjak 0,6%, jauh di atas perkiraan 0,3%," ujar Andry.
Sementara itu, analis pasar modal Reza Priyambada membeberkan rencana penting Presiden AS Terpilih Donald Trump. Di masa kepresidenannya periode kedua, Trump menaikkan tarif impor dari beberapa negara (Mexico dan Canada menjadi 25%; dan tambahan 10% tarif impor barang asal Cina).
Sementara itu, analis pasar modal Reza Priyambada membeberkan rencana penting Presiden AS Terpilih Donald Trump. Di masa kepresidenannya periode kedua, Trump menaikkan tarif impor dari beberapa negara (Mexico dan Canada menjadi 25%; dan tambahan 10% tarif impor barang asal Cina).
"Rilis data ekonomi AS sama dengan konsensus pasar (seperti pembacaan awal GDP kuartal III-2024 sebesar 2,8%, indeks harga PCE bulan Oktober 2,3%) serta turunnya klaim penggangguran mingguan sebesar 213 ribu. Ini diartikan oleh pelaku pasar bahwa ekonomi AS berada dalam kondisi yang cukup sehat untuk menghadapi tingkat suku bunga pada level saat ini, dan memunculkan keraguan akan ada pemotongan suku bunga acuan oleh The Fed pada pertemuan Desember mendatang. Sementara itu di bursa saham US, indeks utama ditutup mayoritas melemah kemarin waktu setempat," kata Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk tersebut di Jakartra, Kamis pagi.

