Menkeu Ungkap Sejumlah Faktor Ini Topang Ekonomi Tetap Kuat sepanjang 2024
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan kinerja ekonomi nasional yang resilen tahun 2024 tak lepas dari APBN dalam menjaga daya beli masyarakat. Pertumbuhan tersebut juga didukung sinierg solid dan kerja keras semua pihak.
Dia mengatakan, APBN dioptimalisasi untuk menjaga daya beli masyarakat tetap terjaga melalui program perlindungan sosial dan pelaksanaan agenda pembangunan nasional.
“Berkat kerja keras, sinergi yang solid, dan peran strategis APBN sebagai instrumen dalam mengawal perekonomian Indonesia, kita mampu menjaga stabilitas dan pertumbuhan hingga akhir 2024,” kata Sri Mulyani dalam keterangan resminya, Rabu (5/2/2025).
Baca Juga
Ini Sumbangan Belanja Pemerintah pada Pertumbuhan Ekonomi 2024
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,02% pada kuartal IV-2024. Sementara sepanjang tahun 2024, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,03%. Konsumsi rumah tangga menjadi penopang pertumbuhan ekonomi 2024 setelah bertumbuh 4,94% dengan porsi ke pertumbuhan ekonomi sebesar 54,04%.
Terjaganya konsumsi masyarakat didukung oleh inflasi yang terkendali serta peningkatan mobilitas masyarakat. Peningkatan ini tercermin dari kenaikan okupansi hotel dan jumlah penumpang di berbagai moda transportasi.
APBN menjadi penopang terjaganya daya beli masyarakat antara lain melalui belanja bantuan sosial bagi kelompok berpenghasilan rendah. Selain itu, APBN menguatkan distribusi pasokan pangan untuk stabilitas harga dan memicu penciptaan lapangan kerja baru yang mencapai 4,79 juta di tahun 2024 turut mendorong konsumsi masyarakat.
Sementara itu, konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) tumbuh 12,48% sepanjang 2024. Ini didorong aktivitas pemilu dan pilkada serentak dan gelaran acara olahraga.
Pengeluaran Pembentuk Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi tumbuh 4,61% dengan porsi ke pertumbuhan sebesar 29,15%. Kinerja pertumbuhan investasi ini melanjutkan tren penguatan yang konsisten dalam kurun empat tahun terakhir.
Stabilitas Ekonomi-Politik
Stabilitas ekonomi-politik serta dukungan kebijakan fiskal dan moneter, mampu meningkatkan kepercayaan investor dan realisasi investasi di berbagai sektor, termasuk hilirisasi. Hal ini terlihat dari realisasi PMA dan PMDN yang tumbuh 20,82% dengan total nilai Rp 1.714 triliun, lebih dari target yang ditetapkan. Konsumsi rumah tangga dan investasi menjadi penyumbang akumulasi kontribusi sebesar 83,19%.
Sektor manufaktur yang tumbuh 4,43% sepanjang 2024, terdorong permintaan domestik dan global yang kuat. Subsektor industri logam dasar, elektronik, dan makanan-minuman menjadi penopang pertumbuhan.
Sejalan dengan sektor manufaktur, sektor perdagangan tumbuh 4,86% sepanjang 2024. Pertumbuhan ditopang peningkatan aktivitas produksi.
Baca Juga
Sektor transportasi mengalami pertumbuhan signifikan selama 2024 karena penyelenggaran acara berskala nasional dan internasional. Dengan perbaikan infrastruktur pariwisata, sektor ini tumbuh 8,69%. Kondisi ini juga mendorong sektor akomodasi dan makan minum yang tumbuh 6,61%.
Sektor primer seperti pertambangan mengalami perlambatan akibat moderasi harga komoditas. Sektor ini tumbuh 4,9% sepanjang tahun.
Sementara sektor pertanian secara keseluruhan tumbuh 0,67%. Pelemahan sektor pertanian ini karena penurunan produksi padi dan kelapa sawit. Meski begitu, kinerja sektor pertanian diperkirakan akan moncer seiring kebijakan swasembada pangan dan program makan bergizi gratis (MBG).
“Tahun 2024, merupakan tahun yang penuh tantangan dan dinamika, baik dari sisi global maupun domestik,” ucap dia.

