BI: Konsumsi dan Investasi akan Topang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tetap Kuat
JAKARTA, investortrust.id - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional berkisar 4,75-5,5% tahun ini. Pertumbuhan didukung ekspektasi konsumsi yang kuat bersamaan dengan terus membaiknya iklim investasi.
“Indonesia satu dari beberapa negara dengan pertumbuhan ekonomi bisa di atas 5%. Kita beruntung punya konsumsi yang kuat dan investasi serta ekspor bersih yang membaik,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Selasa (13/2/2024).
Baca Juga
IHSG Sesi I Berbalik Anjlok 73 Poin, Saham Emiten Prajogo Melorot Dalam
Sebagai upaya untuk menjaga stabilitas keuangan Indonesia, lanjut Destry, BI akan menggunakan bauran kebijakan moneter, makro prudensial, serta kebijakan sistem pembayaran. Di sisi lain, BI terus bersinergi dengan pemerintah, serta menjalankan gerakan nasional pengendalian inflasi.
“Walaupun kondisi ketidakpastian global masih cukup tinggi, tapi kita masih memiliki daya tahan sehingga kita memiliki ruang lebih untuk tumbuh di 2024 dan 2025,” katanya.
Baca Juga
Optimistis Tren Pertumbuhan Ekonomi Berlanjut, Peneliti Indef Ini Beberkan Tiga Alasan
Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai kementerian, lembaga terkait, hingga swasta merupakan faktor penting keberhasilan. “Mari kita terus tingkatkan investasi, konsumsi, dan melakukan aktivitas usaha sebagai bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan perekonomian kita,” terang Destry.
Adapun, hingga akhir 2023 BI mencatat penyaluran kredit perbankan tumbuh 10,4% secara tahunan. Jika dilihat dari jenisnya, kredit investasi (KI) dan kredit modal kerja (KMK) masih mendominasi. Secara langsung maupun tidak, dua jenis kredit ini mencerminkan aktivitas ekonomi yang masih mengalami peningkatan. (CR-13)

