Indef: Kebijakan Ekonomi Perlu Diperkuat untuk Optimalkan Pertumbuhan Berkelanjutan
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Center Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economic and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman mengungkapkan, meski masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan beberapa pencapaian positif dalam 100 hari kerja, masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan untuk memastikan pertumbuhan berkelanjutan.
Menurutnya, salah satu tantangan utama adalah menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi melalui kebijakan fiskal dan moneter yang terukur guna meningkatkan daya beli masyarakat. Selain itu, pentingnya percepatan industrialisasi serta diversifikasi ekspor guna mengurangi ketergantungan sektor primer.
Baca Juga
Anindya Bakrie: Pengusaha Daerah Dilibatkan demi Pemerataan Ekonomi
“Pemerintah perlu mempercepat realisasi industri dan diversifikasi ekspor supaya mengurangi ketergantungan sektor primer dengan meningkatkan daya beli dan daya saing,” ujar dia dalam diskusi publik berjudul "100 Hari Asta Cita Ekonomi, Memuaskan?" yang digelar Indef secara daring, Rabu (29/1/2025).
Selain itu, penurunan net ekspor menjadi sinyal pemerintah harus memperkuat strategi perdagangan yang lebih tahan sekaligus memitigasi risiko global. Dia juga menekankan pentingnya penguatan ekonomi domestik berbasis nilai tambah, serta peran serta pelaku usaha dalam mengantisipasi fluktuasi perekonomian global. “Pemerintah dan pelaku usaha memitigasi risiko yang menyebabkan fluktuasi, tentu harus memanfaatkan momentum pemulihan ini,” kata Rizal.
Baca Juga
Masyarakat Berharap Presiden Prabowo Subianto Atasi Masalah Ekonomi
Di lain sisi, lanjut dia, disparitas harga antar-wilayah masih menjadi tantangan serius pemerintahan. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu percepat pembangunan dan perbaikan infrastruktur, terutama di daerah-daerah terpencil yang masih mengalami ketimpangan harga akibat kendala logistik.
“Inflasi di daerah perlu diperhatikan dengan mempercepat pembangunan infrastruktur, utamanya logistik dan transportasi di beberapa remote area yang justru terjadi disparitas harga, sehingga ini saya kira menjadi catatan bagi pemerintah ke depan,” ucap Rizal.

