Maman Siapkan Permen Atur KUR Alat Produksi Rp 20 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman memastikan pemerintah menyiapkan peraturan menteri (permen) yang mengatur alokasi kredit usaha rakyat (KUR) untuk kebutahan alat-alat produksi, senilai Rp 20 triliun. Ia menjelaskan angka tersebut berasal dari alokasi KUR yang total sebesar Rp 300 triliun di tahun 2025.
Menurut Maman, KUR alat nantinya diberikan oleh pemerintah kepada pengusaha UMKM tidak berbentuk uang tunai. Dengan KUR alat, pemerintah akan memberikan alat-alat yang menunjang kebutuhan usaha produksi para pengusaha UMKM.
"Jadi, dari alokasi KUR Rp 300 triliun itu, sekitar kurang lebih Rp 20 triliun untuk KUR alat," kata Maman usai peluncuran logo baru Kementerian UMKM di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Rabu (15/1/2025).
Baca Juga
Inilah Bauran Kebijakan BI Moneter, Makroprudensial, dan Sistem Pembayaran
Menteri Maman menuturkan, saat ini, aturan tersebut tengah dalam tahap penyusunan dan penyempuraan. Ia mengatakan dalam menyempurnakan permen tersebut, Kementerian UMKM akan melibatkan kementerian/lembaga lain, salah satunya adalah Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat.
"Di situ, kami perlu membuat turunan-turunannya, harus kami buat aturannya, itulah yang sedang kami persiapkan. Ini lagi kami koordinasikan dengan Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, dan dengan beberapa lintassektoral lainnya," sambungnya.
Sasar Sektor Produktif
Politikus Partai Golkar itu mengungkap, nantinya alokasi KUR alat-alat produksi akan menyasar sektor-sektor produktif di sejumlah daerah di Indonesia. Ia menambahkan, upaya tersebut dilakukan untuk memberi dukungan kepada pengusaha UMKM dengan memberikan alat produksi, agar usahanya bisa lebih produktif.
Baca Juga
Maman menyebut, sektor yang dicanangkan menjadi sasaran utama pengguna kebijakan KUR alat produksi di antaranya industri tekstil, sektor pertanian, perikanan, sampai UMKM di daerah.
“Jadi salah satunya, yang disasar industri tekstil bisa jadi, nanti kami lihat, ini sedang dikaji. Yang lain pertanian, perikanan, dan beberapa sektor. Sedang kami koordinasikan untuk membuat skemanya. Tentu yang paling penting itu melibatkan UMKM-UMKM di daerah masing-masing,” bebernya.
KUR Rp 300 Triliun
Untuk tahun 2025, lanjut dia, pemerintah membidik target alokasi penyaluran KUR hingga Rp 300 triliun. Target tersebut dengan mempertimbangkan kecukupan anggaran subsidi bunga atau subsidi margin KUR tahun anggaran 2025. KUR akan menjangkau lebih dari 2 juta debitur KUR baru dan 1 juta debitur KUR yang bergraduasi.
Sementara itu, realisasi penyaluran KUR hingga 23 Desember 2024 telah mencapai Rp 280,28 triliun. Ini mencapai 100,10% dari target di 2024
"Angka itu tumbuh sebesar 7,8% (yoy). KUR disalurkan kepada 4,92 juta debitur," paparnya.
Komposisi penyaluran KUR 2024 didominasi oleh sektor produksi yang mencapai 57,8% dari total penyaluran. Pemerintah menilai, kualitas penyaluran KUR ini tetap terjaga, yang ditunjukkan dari tingkat kredit macet (non-performance loan/NPL) KUR sebesar 2,19%, di bawah NPL nasional 2,21%.
Peningkatan kualitas penyaluran KUR juga ditunjukkan melalui jumlah total debitur baru KUR, per 31 Oktober 2024, mencapai 2,52 juta debitur. Ini 107,65% dari target debitur baru KUR 2024 paling sedikit 2,34 juta debitur.

