BPS: PDB RI Kuartal-III 2023 Alami Tumbuh Positif
JAKARTA, Investortrust.id - Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan-III 2023 tumbuh positif. PDB Indonesia Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) tercatat tumbuh Rp 5.296 triliun atau tumbuh 4,94% year on year (yoy), demikian disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS).
“Bila dibandingkan dengan triwulan-III 2022 atau year on year, ekonomi Indonesia tumbuh 4,94%” kata Pelaksana tugas (Plt) BPS Pusat Amalia Adininggar Widyasanti, di Gedung BPS, Jakarta Pusat, Senin (6/11/2023).
Amalia mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berdasarkan besaran PDB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) yaitu Rp 3.124,9 triliun.
Baca Juga
Biaya Logistik Nasional Ditekan di 14,29%, Masih Kejar Target 8% dari PDB
Industri pengolahan menjadi penopang pertumbuhan tertinggi PDB pada triwulan-III 2023 yakni sebesar 1,06% yoy. “Pertumbuhan industri pengolahan ditopang oleh masih kuatnya permintaan domestik,” kata dia.
Tiga lapangan usaha yang tumbuh tertinggi yaitu transportasi dan perdagangan, jasa lainnya, dan akomodasi dan makan minum.
Amalia menyebut dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi antara lain didorong oleh peningkatan aktivitas produksi, mobilitas masyarakat, kunjungan wisatawan mancanegara.
“Dan terselenggaranya beberapa acara nasional dan internasional, serta dimulainya kegiatan politik jelang pemilu,” ucap dia.
Berdasarkan konsumsi rumah tangga tumbuh 5,06%, PMTB tumbuh positif sebesar 5,77% yang didorong oleh pertumbuhan barang modal bangunan, kendaraan, CBR, serta produk kekayaan intelektual sebesar 5,77%.
Baca Juga
Kemenkeu: Performa PDB Kuartal II Buktikan Resiliensi Ekonomi RI
“Sementara ekspor pada triwulan-III 2023 terkontraksi -4,26% dan impor terkontraksi sebesar -6,18%,” kata dia.
Sementara itu, pada triwulan-III tahun 2023 (yoy) konsumsi pemerintah mengalami kontraksi sebesar -3,76%. Kondisi ini, kata Amalia, terjadinya penurunan gaji pegawai, belanja barang, dan belanja bantuan sosial.
“Terdapat pergeseran pembayaran gaji ke-13, di mana pada 2022, pembayaran gaji ke-13 terjadi pada triwulan-III. Sedangkan, pada 2023 terjadi di triwulan-II sehingga konsumsi pemerintah 10,57% pada triwulan-2 2023,” kata dia.
Sementara itu, konsumsi Lembaga Non-Profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT) mengalami pertumbuhan sebesar 6,21% yoy karena peningkatan aktivitas politik. (CR-7)

