Di Bawah Ekspektasi PDB China Kuartal II 2023 Tumbuh Sekitar 6 Persen
BEIJING, investortrust.id — Produk domestik bruto China tumbuh sebesar 6,3% pada kuartal kedua 2023. Laju pertumbuhan ini meleset dari perkiraan sebesar 7,3%.
Pertumbuhan PDB 6,3% untuk kuartal kedua menandai laju pertumbuhan 0,8% dari kuartal pertama, lebih lambat dari laju kuartal-ke-kuartal 2,2% yang tercatat dalam tiga bulan pertama tahun ini. Padahal, analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan peningkatan 7,3% pada PDB kuartal kedua ini.
Tingkat pengangguran di antara kaum muda usia 16 - 24 tahun membengkak menjadi 21,3% pada bulan Juni Ini merupakan rekor baru buat China..
Menurut juru bicara Biro Statistik Nasional China Fu Linghui, sebagaimana dikutip dari CNBC.com, Senin (17/7/2023), Negeri Tirai Bambu itu menghadapi lingkungan internasional geopolitik dan ekonomi yang kompleks. Namun, kata dia, China masih bisa mencapai target pertumbuhan setahunnya. Beijing pada bulan Maret menetapkan target pertumbuhan sekitar 5% tahun 2023.
China membukukan pertumbuhan 0,4% pada kuartal kedua tahun lalu karena penguncian Covid-19 yang membatasi aktivitas bisnis.
Data awal menunjukkan ekspor mengalami kontraksi sebesar 5,2% dan impor sebesar 6,9% karena perdagangan dengan tujuan utama termasuk Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Asia Tenggara menurun tajam. Ekspor ke AS turun 16,7%, sedangkan impor turun 5,8%.
Ada konsensus di antara para ekonom bahwa pemulihan pasca pandemi China telah terganggu oleh perlambatan global serta permintaan domestik yang lemah.
Dalam survei China Business Outlook oleh lembaga pemeringkat S&P yang dirilis pada Minggu (16/7/2023), kepercayaan responden turun menjadi 23% dari 34% pada bulan Februari. Angka tersebut juga lebih rendah dari 28% di tingkat global.
"Rencana perekrutan dan investasi juga dipangkas dibandingkan Februari," kata Annabel Fiddes dari S&P. Responden memperkirakan kenaikan harga jual melambat karena tekanan inflasi yang lebih rendah.
Paruh kedua
Penjualan ritel untuk Juni naik 3,1%, sedikit di bawah perkiraan 3,2%. Dalam penjualan eceran, produk katering, olahraga dan hiburan bersama dengan alkohol dan tembakau naik paling tinggi. Mobil, produk kantor, dan barang penggunaan sehari-hari mengalami penurunan penjualan di bulan Juni dari tahun lalu. Penjualan online barang fisik tumbuh sebesar 6,7% pada Juni dari tahun lalu, lebih lambat dari pada Mei. Produksi industri untuk Juni naik 4,4% dari tahun lalu, lebih baik dari perkiraan 2,7%.
Investasi aset tetap untuk paruh pertama tahun ini naik 3,8%, lebih baik dari prediksi 3,5%. Dalam investasi aset tetap, yang masuk ke real estat turun lebih jauh pada basis year-to-date di bulan Juni daripada di bulan Mei. Investasi di bidang manufaktur tumbuh dengan kecepatan yang stabil, sementara pertumbuhan investasi infrastruktur melambat.
Tingkat pengangguran untuk di kota-kota sebesar 5,2% pada bulan Juni.
Tentang prospek paruh kedua, juru bicara Fu memperkirakan investasi real estat akan tetap rendah dalam waktu dekat. Pengangguran kaum muda mungkin akan meningkat lebih lanjut sebelum menurun setelah Agustus.

