PDB AS Q1-2024 di Bawah Ekspektasi, Imbal Hasil Treasury 10-Tahun Melonjak ke Level Tertinggi dalam 5 Bulan
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil Treasury AS naik pada hari Kamis (25/04/2024) setelah laporan PDB kuartal pertama menunjukkan perlambatan pertumbuhan dan kenaikan harga konsumen.
Baca Juga
IMF Tingkatkan Perkiraan Pertumbuhan Global, meski Ada Risiko Penurunan
Mengutip CNBC, imbal hasil Treasury 10-tahun, yang menjadi acuan, naik 4,8 basis poin menjadi 4,702%. Sedangkan, imbal hasil Treasury 2-tahun naik 6,1 basis poin menjadi 4,998%. Pada sesi tertingginya, imbal hasil kedua produk mencapai level tertinggi sejak November 2023.
Laporan PDB menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,6%, lebih rendah dari perkiraan ekonom yang disurvei oleh Dow Jones sebesar 2,4%.
Seiring dengan tingkat pertumbuhan yang suram pada kuartal ini, laporan tersebut menunjukkan harga konsumen meningkat sebesar 3,4%, jauh di atas kenaikan sebesar 1,8% pada kuartal sebelumnya. Hal ini meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi yang terus berlanjut dan menimbulkan pertanyaan apakah Federal Reserve akan mampu menurunkan suku bunganya dalam waktu dekat, bahkan ketika perekonomian sedang melambat.
The Fed akan mengadakan pertemuan kebijakannya minggu depan. Pasar secara luas memperkirakan suku bunga akan tetap tidak berubah, dan para pedagang memperkirakan penurunan suku bunga pertama pada bulan September, menurut FedWatch Tool dari CME Group.
Namun, investor akan mencermati petunjuk baru dari para pengambil kebijakan mengenai kapan mereka memperkirakan suku bunga akan diturunkan dan berapa banyak penurunan yang diperkirakan akan terjadi tahun ini.
Baca Juga
Imbal Hasil Treasury AS Tergelincir Setelah Rilis Data Manufaktur

