Kurs Rupiah Ditutup 'Rebound' Senin (25 November 2024), Simak Analisisnya
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) rupiah berhasil ditutup rebound terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam perdagangan Senin (25/11/2024) hari ini. Jisdor Bank Indonesia (BI) merilis kurs rupiah menguat ke level Rp 15.864/USD, setelah pada Jumat (22/11/2024) lalu melemah pada posisi Rp 15.911/USD.
Pengamat valas dari PT Valbuary Asia Futures, Nanang Wahyudin, memberikan analisisnya terhadap pergerakan mata uang Garuda sepanjang hari ini. Menguatnya kurs rupiah di awal perdagangan pekan ini sebesar 0.03% didorong oleh sejumlah sentimen.
Nanang mengungkap terbatasnya pergerakan rupiah, salah satunya dipengaruhi oleh aksi jual di pasar surat utang negara.
"Tercatat pada sesi Siang hari ini mayoritas SBN mencatat kenaikan tingkat imbal hasil (yield)," kata dia kepada Investortrust, Senin (25/11/2024).
Tekanan jual di pasar surat utang negara hari ini terutama tenor jangka pendek sepertinya terpengaruh oleh hasil lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) pekan lalu dimana tenor 12 bulan makin naik bunga diskontonya ke level 7.14% tertinggi sejak awal September.
"Selain itu, perkembangan pasar obligasi global juga membuat pelaku pasar lebih waspada," sambung dia.
Baca Juga
Sementara itu akhir pekan lalu indeks dolar (DXY) mengukuhkan penguatan dalam 2 bulan, terlebih lagi kondisi aset rivalitas dolar seperti Eropa dan Inggris memiliki aktivitas manufaktur di November yang lebih rendah dari perkiraan.
Sektor jasa PMI dan Manufaktur zona euro mengalami kontraksi. Namun tidak dengan Amerika yang mengalami angka manufaktur yang sesui perkiraan, sedangkan jasa PMI mengalami akselerasi.
Pekan ini pun menjadi perhatian di tengah tidak maksimalnya perdagangan dalam 1 pekan. Dimana waktur Indonesia ada libur Nasional Pilkada di hari Rabu. Sementara Amerika libur Thanksgiving pada hari Kamis.
"Data ekonomi penting Amerika juga menyertai pergerakan dolar dan tak luput dari perhatian pelaku pasar. Salah satunya data CB Consumer Confidence besok malam yang diprediksi naik, sedangkan data lainya PDB per kuartal dan Core PCE Price index," jelas dia.
Dia meyakini pasar akan turut mencermati pernyataan Jerome Powell dalam risalah FOMC minutes pada Kamis dini hari. Perihal sikap pemangkasan suku bunga 25 basis poin pada awal November lalu. Pasar pun akan menggali informasi lanjutan langkah-langkah moneter di bulan Desember dari The Fed.

