Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Bisa Kerek Pertumbuhan Ekonomi Sebesar 0,1%
JAKARTA, investortrust.id - Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 0,1%.
Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy juga mencermati bahwa ke depannya angka tersebut masih dapat terus berkembang mengingat program tersebut bakal dilaksanakan secara berkelanjutan dan berpotensi meningkatkan pemerataan kesejahteraan masyarakat.
“Dan diperkirakan pertambahan ketumbuhan ekonomi paling sedikit, 0,1% bisa dicapai melalui program ini, dan menurut perhitungan awal, tidak hanya 0,1% tapi bisa ditingkatkan lagi. Pertumbuhan ekonomi (meningkat) karena makan bergizi gratis bisa berkelanjutan dan sekaligus meningkatkan pemerataan,” ujar Rachmat Pambudy dalam CORE Economic Outlook 2025 bertajuk Tahun Penentu Terwujudnya Lompatan Ekonomi di Jakarta, Sabtu (23/11/2024).
Ia menyampaikan harapannya bahwa program akan memiliki pengaruh yang luas kepada masyarakat Indonesia, seperti peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), melalui peningkatan nutrisi yang dinilai masih kurang, hingga meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan menyerap banyaknya lapangan kerja dan menaikkan pendapatan petani.
Baca Juga
Inggris Nantikan Kerja Sama Dukung Program Makan Bergizi Gratis Prabowo
“Dari sisi kualitas SDM, maka program makan bergizi tidak hanya berkontribusi menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif, tetapi juga secara ekonomi, makan bergizi gratis juga mendorong produktivitas, menyerap lapangan kerja, menaikkan pendapatan petani, sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat,” paparnya.
Sebagai catatan, Kementerian PPN mencatatkan bahwa total keseluruhan penerima manfaat dari program tersebut pada tahun 2025 adalah sebesar 17 juta jiwa yang meliputi siswa dan santri, serta ibu menyusui, ibu hamil, dan balita dengan anggaran sebesar Rp 51,53 triliun.
Terdapat tiga tahapan implementasi MBG yang dimulai pada tahun 2025 meliputi bulan Januari-Maret dengan anggaran Rp 3,48 triliun, April-Juni dengan anggaran Rp 6,69 triliun, dan Juli-Desember dengan anggaran Rp 41,34 triliun. Dalam 1 tahun, program Makan Bergizi Gratis ini dinilai akan meningkatkan 0,03% PDB.

