BGN Yakin Program Makan Bergizi Gratis Bakal Picu Pertumbuhan Ekonomi
JAKARTA, Investortrust.id -- Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi di angka 8%. Staf khusus (stafsus) Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Ary Santosa meyakini program makan bergizi gratis (MBG) dapat memicu pertumbuhan ekonomi.
Ary menjelaskan, untuk mendukung pelaku usaha lokal, BGN tidak melakukan pengadaan bahan baku makan bergizi gratis di tingkat pusat. BGN hanya melakukan pengadaan terkait infrastruktur terhadap 1.542 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur makan bergizi gratis.
Baca Juga
Dari Dapur Gizi ke Sekolah: Perjalanan Makan Bergizi Gratis untuk Anak-Anak Sorong
"Untuk bahan baku, semuanya diserahkan ke SPPG. Agar apa? Agar memicu yang lokal karena kalau tidak kita buat seperti itu, ya bisa kalah juga nanti yang lokal-lokal ini," kata Ary dalam acara Investortrust Economic Outlook 2025 di Jakarta, Kamis (13/2/2025).
Pemerintah juga berencana melibatkan BUMDes, koperasi, dan UMKM sebagai agregator program MBG. Namun, Ary mengatakan untuk saat ini para pihak masih menyiapkan diri untuk masuk ke dalam ekosistem tersebut.
Ary juga mengungkapkan pemerintah menargetkan akan membangun 5.000 SPPG pada 2025. Ary memprediksi jumlah tersebut akan meningkat drastis di akhir tahun ini.
"Ada kemungkinan nanti di akhir tahun akan mengalami peningkatan yang drastis, mungkin sekitar bulan Oktober, November, Desember. Dengan tambahan yang sudah banyak mendengar dari berita sebesar Rp 100 triliun," ucapnya.
Ary menambahkan, program MBG juga turut membuka lapangan pekerjaan. Semakin banyak unit SPPG akan ada banyak orang yang terlibat.
"Jadi membuka juga lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, kemudian juga men-trigger juga sekitar ini untuk berproduksi ya, apa-apa yang memang menjadi kebutuhan bahan makanan itu," ucapnya. (C-14)

