Donald Trump Menang Pilpres AS, Sri Mulyani Ungkap Nasib Rupiah
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkap ramalan terbaru soal nasib nilai tukar (kurs) mata uang rupiah, khususnya setelah Donald Trump ditetapkan menang dalam kontestasi pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS). Blak-blakan, Sri Mulyani mengakui terpilihnya Trump menjadi kabar yang tidak baik bagi nasib rupiah ke depan.
Menurut Sri Mulyani, terpilihnya Trump membuat dolar AS cenderung akan bergerak menguat, sehingga memaksa rupiah tertekan. Terpilihnya Trump memaksa terhambatnya penguatan nilai tukar rupiah yang didukung oleh sentimen kebijakan Bank Sentral AS, The Fed, yang memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps). Selain itu terpilihnya Trump juga membuat adanya aliran modal asing keluar.
"Dan sekarang dengan terpilihnya Presiden Trump, tadi saya sampaikan dolar indeks mengalami penguatan, sehingga nilai tukar Rupiah kita kemarin cenderung dalam minggu ini mengalami tekanan," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (8/11/2024).
Baca Juga
Trump Untungkan Sektor Keuangan, Kurs Rupiah Menguat usai The Fed Pangkas Bunga
Namun demikian Sri Mulyani mengeklaim kondisi rupiah masih lebih baik dibandingkan dengan mata uang negara-negara yang tergabung dalam G7 ataupun G20. Dia menyebut dolar AS cenderung menguat terapresiasi sebesar 3,13% year-to-date, sedangkan rupiah terdepresiasi 2,68% year-to-date. Dia mencatat rupiah masih lebih baik dari Peso Filipina yang terdepresiasi hingga 5,69%, kurs won Korea Selatan turun 6,79%, bahkan yen Jepang yang anjlok 7,78%.
Kemudian dari sisi aliran modal asing, dia mencatat ada dana keluar sebesar US$ 4,12 triliun dari pasar SBN akibat sentimen pilpres AS. Padahal sebelumnya, kata Sri Mulyani, pasar SBN sempat mencatatkan aliran dana asing masing (capital inflow) sebesar Rp 14,98 triliun pada Oktober 2024. Namun demikian, capital inflow SBN Indonesia sepanjang tahun ini tercatat sebesar Rp 39,4 triliun, yang menjaga stabilitas yield SBN Indonesia.
“Kita tentu akan mengikuti nanti perkembangan di kuartal IV untuk APBN sendiri maupun perekonomian secara keseluruhan. Kita berharap nanti akan tetap terjaga sampai akhir tahun dalam posisi yang positif,” tutur dia.

