Mendag Budi Optimistis Perdagangan RI dengan AS Tak Terkendali Usai Donald Trump Menang Pilpres
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memperkirakan kondisi perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) akan tetap terjaga setelah Donald Trump kembali menang pilpres AS tahun ini.
Mendag Budi tak menampik adanya potensi perubahan kebijakan, apabila Trump memimpin negara Paman Sam tersebut. Kendati demikian, ia optimistis kalau perdagangan Indonesia memiliki daya saing di pasar global.
Baca Juga
Mendag Budi Sita 90 Ribu Rol Kain Gulungan Ilegal Senilai Rp 90 Miliar
"Dulu kan ekspor kita justru meningkat terus saat pemerintahan Donald Trump. Jadi mudah-mudahan tidak ada masalah ya, mudah-mudahan justru kita mempunyai daya saing untuk masuk pasar AS," kata Budi di Jakarta, Jumat (8/11/2024).
Lebih lanjut, mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendag itu menyebutkan, neraca perdagangan Indonesia dalam kondisi yang baik selama masa pemerintahan Trump pertama kali, yakni pada 2017-2021. Dengan demikian diyakini perdagangan Indonesia dengan AS tak akan mengalami perubahan.
"Ya selama ini pengalaman yang sudah waktu Donald Trump kan juga naik. Selama ini sih tidak ada perubahan. Tidak ada hambatan bagi kita, belum terasa. Saya tetap optimistis tak ada masalah apa-apa," bebernya.
Baca Juga
Kemenangan Trump Bisa Picu Penguatan Dolar AS, Pengusaha Ketar-ketir
Pandangan berbeda justru diungkapkan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Pengusaha mewaspadai terjadinya penguatan dolar Amerika Serikat (AS) setelah kemenangan Donald Trump sebagai presiden terpilih pada pemilihan presiden (Pilpres) AS 2024 ini.
“Gubernur Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa kalau Trump menang itu akan jadi penguatan USD. Jadi ada capital inflow dari kacamata Amerika,” ungkap Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo Bob Azam saat ditemui di JS Luwansa, Jakarta, Kamis (7/11/2024).

