Nasib Pasar Keuangan Ditentukan Pilpres dan Isu Sri Mulyani Mundur
JAKARTA, investortrust.id – Sumitomo Mitsui Banking Corporation Singapore menginformasikan, nasib pasar keuangan di Indonesia dapat ditentukan oleh pemilihan presiden (pilpres) dan isu pengunduran diri (resign) Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Global Markets and Treasury Dept. Asia Pacific Division, Ryota Abe mengatakan, pemilihan presiden yang berkepanjangan dapat menimbulkan ketidakpastian di pasar keuangan karena meningkatnya risiko politik.
“Terkait pemilihan presiden Indonesia pada 14 Februari, terjadi perubahan jajak pendapat. Pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo dan Gibran masih memimpin, namun tingkat persetujuannya belum mencapai 50%,” tulis Abe dalam riset yang dipublikasikan pada Selasa (6/2/2024).
Oleh karena itu, bila pemilihan putaran kedua diselenggarakan akhir Juni 2024, untuk dua pasangan dengan suara terbanyak pada putaran pertama, Abe menilai volatilitas pasar keuangan akan semakin besar.
Baca Juga
IHSG Sesi I Menguat 29 Poin, Saham CINT, BELL, dan POLU Kokoh Melesat
“Namun, berdasarkan survei terbaru pada akhir Januari, dukungan terhadap Prabowo dan Gibran secara bertahap meningkat, dengan lebih banyak jajak pendapat menunjukkan dukungan sebesar 50% lebih banyak,” sambung dia.
Peningkatan dukungan tersebut, mengurangi kemungkinan diadakannya pemilu putaran kedua sehingga menurunkan risiko yang disebutkan di atas.
“Menghindari pemilu putaran kedua dapat menjadi kejutan positif bagi perekonomian dan pasar keuangan Indonesia,” lanjut Abe.
Dia menambahkan, ada pula kekhawatiran mengenai pengunduran diri menteri keuangan belakangan ini. Faktanya, Rupiah turun tajam pada 25 Januari dan Bank Indonesia (BI) menghentikan penurunan tersebut melalui intervensi pasar.
Baca Juga
Jika menteri keuangan berhenti menjabat karena konflik politik, Abe meyakini hal ini dapat menjadi hambatan terhadap Rupiah. Dengan asumsi pasangan Prabowo-Gibran menang, fokus akan beralih ke siapa yang akan menjadi menteri keuangan.
“Perlu beberapa waktu agar hal ini menjadi jelas,” imbuhnya.
Sementara itu, Rupiah diprediksi akan terus terpengaruh oleh pasar keuangan global, namun yang perlu diperhatikan tidak hanya pada pemilihan presiden, melainkan juga pada posisi menteri keuangan.
Dalam beberapa bulan terakhir, berdasarkan pengamatan Sumitomo Mitsui Banking Corporation Singapore, banyak investor menahan diri untuk tidak berinvestasi karena kekhawatiran politik. Namun karena ketidakpastian mereda lebih cepat dari perkiraan, sentimen investasi diproyeksi akan membaik lebih awal dari perkiraan.
“Perekonomian kemungkinan akan terus tumbuh pada kisaran rendah 5% di 2024,” pungkas Abe.

