Jelang Pemilu AS, Kurs Rupiah Tersungkur Senin Pagi
JAKARTA, investortrust.id - Menjelang pemilihan umum (pemilu) presiden Amerika Serikat (AS), kurs rupiah tersungkur dalam perdagangan valas di pasar spot Senin (4/11/2024) pagi. Dilansir Yahoo Finance, nilai tukar rupiah dibuka melemah 35 poin (0,22%) pada level Rp 15.749/USD.
Pemilihan presiden ke-60 AS kali ini akan berlangsung pada Selasa (5/11/2024) esok hari, waktu setempat. Menurut Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro, meningkatnya spekulasi bahwa Capres AD Donald Trump akan kembali menduduki Gedung Putih bulan ini berpotensi memicu inflasi AS. "Ini karena kebijakan yang diusulkannya mengenai imigrasi, pemotongan pajak (korporasi), dan tarif (atas barang impor terutama dari Cina). Ketidakpastian mengenai hasil pemilu mendorong para pedagang untuk mengurangi taruhan tersebut pagi ini," paparnya dalam keterangan di Jakarta, Senin (4/11/2024) .
Di sisi kebijakan moneter, lanjut dia, The Fed secara luas diperkirakan hanya akan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps minggu ini. Sebelumnya, penurunan Fed Funds Rate sangat besar mencapai setengah poin persentase pada September 2024.
"Pasar memperkirakan penurunan seperempat poin lagi pada bulan Desember 2024," kata Andry .
Baca Juga
Lebih Hati-Hati
Sementara itu, data AS terkini memperkuat pandangan bahwa The Fed mungkin akan mengambil pendekatan yang lebih hati-hati terhadap pemangkasan suku bunga, daripada yang diperkirakan sebelumnya. Sementara itu, meski ekonomi AS tumbuh pada tingkat tahunan 2,8% di kuartal III, sedikit di bawah perkiraan 3%, tetapi angka pengeluaran dan penjualan pribadi yang kuat menunjukkan belanja konsumen solid.
"Harga PCE AS naik seperti yang diharapkan dan tingkat inti tahunan gagal melambat. Di sisi tenaga kerja, laporan ADP mengindikasikan lonjakan lapangan kerja swasta untuk Oktober dan klaim (pengangguran) awal turun ke posisi terendah Mei 2021 lalu, terus menandakan pasar tenaga kerja yang kuat," paparnya.
Baca Juga
Emas Batangan Antam Stagnan, Dibanderol Rp 1.539.000 per Gram
Sementara itu, ekonomi AS menambah 12 ribu lapangan kerja pada Oktober 2024, jauh di bawah 223 ribu yang direvisi turun pada September dan perkiraan 113 ribu. Ini adalah pertumbuhan lapangan kerja terendah sejak Desember 2020, ketika 243 ribu lapangan kerja hilang.
Tingkat pengangguran berada di angka 4,1% pada bulan Oktober 2024, tidak berubah dari level terendah dalam tiga bulan pada bulan sebelumnya. "Hal itu sekaligus sejalan dengan ekspektasi pasar," tutur dia.

