Kurs Rupiah Dibuka Menguat Senin Pagi
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank dibuka menguat dalam perdagangan Senin (23/12/2024) pagi. Dilansir Yahoo Finance, nilai tukar rupiah bergerak menguat 70 poin (0,43%) ke level Rp 16.119/USD.
Menurut Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro, hal ini didukung oleh data inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari yang diantisipasi, Ini meredakan kekhawatiran tentang kemungkinan penutupan pemerintah AS dan ancaman tarif baru dari Presiden Terpilih AS Donald Trump. Imbal hasil US Treasury juga mereda, dengan imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun turun sebesar 5 bps menjadi 4,52% -- namun masih menguat 64,3 bps year to date--, mencerminkan sentimen pasar yang membaik.
"Indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE), ukuran inflasi yang disukai Federal Reserve, naik 0,1% pada November 2024 dan 2,4% year on year. Ini menandai penurunan berkelanjutan dari bulan-bulan sebelumnya," katanya dalam keterangan di Jakarta, Senin (23/12/2024).
Baca Juga
Ada Libur Bersama, Perputaran Uang Momen Nataru Rp 91-100 Triliun
Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan kembali bahwa inflasi tetap menjadi perhatian, meski ada kemajuan dalam beberapa bulan terakhir. Sementara Federal Reserve memangkas suku bunga sebesar 25 bps awal bulan ini, Powell menekankan bahwa Bank Sentral AS kemungkinan akan melanjutkan kebijakan pemangkasan bunganya lebih lambat pada tahun 2025, untuk memastikan tekanan inflasi terkendali dengan baik.
"Imbal hasil Treasury tetap tinggi karena ekspektasi kondisi keuangan yang lebih ketat," sambungnya.
Baca Juga
Asing Catatkan Net Sell Saham Rp 5,72 Triliun Desember, Net Buy SBN Rp 10,61 Triliun

