Dolar AS Menguat, Kurs Rupiah Merosot ke Rp 15.620/USD
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) rupiah merosot dalam penutupan perdagangan Rabu (23/10/2024) imbas dari menguatnya indeks dolar Amerika Serikat (AS). Jisdor Bank Indonesia (BI) merilis kurs rupiah melemah 60 poin ke level Rp 15.620/USD, yang dalam penutupan perdagangan sebelumnya berada di posisi Rp 15.560/USD.
Sementara di perdagangan pasar spot valas, kurs rupiah cenderung bergerak terdepresiasi terhadap dolar AS. Yahoo Finance merilis, hingga pukul 17.00 WIB kurs rupiah bergerak melemah 61 poin (0.39%) ke level Rp 15.615/USD. Adapun dalam perdagangan sebelumnya kurs rupiah sempat ditutup pada level Rp 15.554/USD, dilansir Yahoo Finance.
Menurut Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi, menguatnya dolar tidak terlepas dari imbal hasil AS yang lebih tinggi. Hal ini membuat arus masuk aset safe haven di tengah ketegangan geopolitik dan ekonomi AS yang relatif tangguh.
Baca Juga
IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi, Kurs Rupiah Melemah Rabu Pagi
"Namun, faktor-faktor ini diperkirakan akan segera berakhir, sehingga menghambat pergerakan dolar AS," kata Ibrahim dalam keterangannya, Rabu (23/10/2024).
Tanda-tanda ketahanan terkini dalam ekonomi AS memicu peningkatan taruhan bahwa Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan November, lebih kecil dari pemangkasan 50 bps yang terlihat pada bulan September. Pedagang juga terlihat memperkirakan suku bunga terminal yang lebih tinggi.
Di satu sisi, para pedagangan tengah bersiap untuk pemilihan presiden yang lebih ketat. Calon presiden dari Partai Republik Donald Trump terlihat mengungguli calon dari Partai Demokrat Kamala Harris, menurut beberapa jajak pendapat terbaru dan pasar prediksi daring.
"Namun para analis masih melihat persaingan terlalu ketat untuk diprediksi, dengan sekitar dua minggu tersisa hingga pemungutan suara," tutur dia.

