Bukan Boom Properti, Gubernur BI Sebut Instrumen Kredit 3 Juta Rumah karena Oversupply
JAKARTA, investortrust.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, instrumen kredit untuk program 3 juta rumah pemerintah bukan karena terjadi boom properti. Pemberian kredit ini, kata dia, karena terjadinya over supply di sektor tersebut.
“Instrumen kredit program 3 juta pemerintah, dari bacaan kami, dari studi di sektor perseroan dan korporasi sektor properti, sekarang ini bukan boom. (Tapi), over supply,” ujar Perry di Jakarta, baru-baru ini.
Baca Juga
Menjemput 'Bonus' Window Dressing, Menyongsong Presiden Baru
Perry mengatakan saat ini kondisi properti Tanah Air mengalami kelebihan suplai. Sementara itu, permintaannya kurang.
“Kecuali kalau di sektor level paling bawah. Jadi, selama ini sektor paling bawah itu didorong penyediaan supply-nya. Sedangkan menengah ke atas supply melebihi demand atau permintaan properti menengah ke atas,” kata dia.
Janji Bangun 3 Juta Rumah
Presiden Terpilih Prabowo Subianto menjanjikan membangun 3 juta rumah bagi keluarga yang belum memiliki rumah. Janji ini disampaikan Prabowo saat debat calon presiden Februari 2024.
“Kita akan membangun 3 juta rumah untuk mereka yang belum punya rumah. Sebanyak 1 juta di perdesaan, 1 juta di pesisir, dan 1 juta di perkotaan,” kata Prabowo.
Rencana ini direformulasi oleh Hashim Djojohadikusumo, salah satu anggota tim transisi pemerintahan Prabowo-Gibran Rakabuming Raka. Adik Probowo ini mengatakan, program membangun 3 juga rumah untuk mengatasi backlog hunian sebesar 12,7 juta unit.
Hashim mengatakan pemerintahan mendatang akan membangun 2 juta unit rumah di perdesaan tiap tahunnya, Sedangkan di perkotaan akan dibangun 1 juta unit hunian di apartemen tiap tahun.
Baca Juga
Hashim menyebut, setelah ditunjuk oleh Prabowo sebagai ketua Satgas Perumahan dalam Tim Transisi Prabowo-Gibran empat bulan silam, ia segera mengundang sejumlah lembaga yang terkait dengan pengembangan hunian. Ini seperti Bank Tabungan Negara (BTN) yang fokus pembiayaan perumahan, Perumnas, hingga Sarana Multigriya Finansial yang dipimpin Ananta Wiyogo dan REI atau Real Estate Indonesia.
Pertemuan digelar secara intens untuk merumuskan besaran anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan perumahan yang akan dicanangkan pemerintahan Prabowo-Gibran. Besaran anggaran yang akan ditetapkan menurut Hashim sebesar Rp 53 triliun.

