Asosiasi Sebut Produksi Semen ‘Oversupply’, Serapan Dalam Negeri Loyo
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Asosiasi Semen Indonesia Lilik Unggul Raharjo mengungkapkan kapasitas produksi semen di Tanah Air mencapai 199,9 juta ton pada 2023. Angka tersebut pun disebut overcapacity atau oversupply.
Kapasitas semen berlebih karena jumlah penyerapan dalam negeri hanya 65,5 juta ton, alias kurang dari separuh dari kapasitas semen yang ada.
“Penyerapan jumlah hanya 55%, jadi betul-betul over kapasitas kita,” ucap Lilik saat ditemui usai konferensi pers International Cement Conference Cemtech Asia 2024 di Hotel Shangri-La Jakarta, Senin (3/6/2024).
Lebih lanjut, Lilik menjelaskan, kondisi tersebut pun membuat sejumlah pabrik semen di Indonesia terpaksa menganggur atau tidak beroperasi secara penuh dalam waktu setahun.
Baca Juga
Pabrik Semen SMCB Cilacap Manfaatkan Olahan Sampah sebagai Bahan Bakar Alternatif
“Jadi banyak pabrik yang terpaksa idle (tidak beroperasi), tidak sepenuhnya jalan dalam setahun,” terangnya.
“Kalau oversupply lalu ada pabrik semen baru lagi, ya utilitas semakin rendah. Kalau utilitasnya semakin rendah, biayanya semakin tinggi kan,” tambah Lilik.
Lilik mengungkapkan kondisi ini bisa terjadi mengingat konsumsi semen per kapita masih relatif minim, yakni 0,23 ton per penduduk. Bandingkan dengan konsumsi rata-rata semen secara global yang sebesar 0,37 ton per penduduk.
“Kita berharap ekonomi terus tumbuh, GDP tumbuh, sehingga pembangunan berjalan, ekonomi berjalan, sehingga konsumsi semennya akan naik,” tandasnya.

