Ekonom Bank Mandiri Proyeksikan BI Akan Kembali Pangkas Suku Bunga
BANTEN, investortrust.id - Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro memproyeksikan Bank Indonesia (BI) akan kembali memangkas BI Rate sebesar 25 basis poin (bps). Langkah ini, menurut dugaan Andry, untuk mengimbangi the Fed yang memangkas Fed Fund Rate (FFR) sebesar 50 bps.
“BI kemungkinan besar juga akan mengikuti pemangkasan suku bunga acuannya lagi. Kami melihat ada opportunity, ada ruang bagi BI memangkas lagi suku bunga acuannya sebesar 25 bps,” kata Andry, dalam taklimat media di Serang, Banten, Rabu (25/9/2024).
Baca Juga
Andry memproyeksikan secara keseluruhan the Fed akan memangkas FFR sebesar 100 bps hingga akhir tahun. “Kalau lihat dari konsensus market mungkin akan ada pemangkasan 25 basis di bulan November, dan di Desember 25 basis lagi,” kata dia.
Andry mengatakan proyeksi pemangkasan BI Rate sebesar 25 bps disertai asesmen terhadap inflasi yang masih berada di bawah kisaran 2,5% secara tahunan. Bahkan, kata dia, inflasi diproyeksi masih terjaga pada tahun depan.
“Kalau pun ada upside ya dari kenaikan harga pangan. Itu kita melihat mungkin masih bisa di kisaran 3%” ujar dia.
Baca Juga
The Fed Dipangkas 50 Bps, IHSG Dibuka Melesat Dekati Level 7.900
Melihat perkembangan data, Andry mengatakan BI memiliki ruang memangkas BI Rate setidaknya pada kisaran 50 bps hingga 75 bps hingga 2025.
Pemangkasan BI Rate ini dipastikan akan berdampak pada penurunan cost of borrowing bagi dunia usaha. Dampak lainnya, kata dia, akan menggairahkan bonds market Indonesia.
“Kalau suku bunganya turun, benchmark-nya turun ya otomatis bond yield-nya juga akan turun. Artinya bonds prices-nya juga akan kemudian meningkat. Nah ini akan menggairahkan capital market. Ada more room buat korporasi untuk mencari pendanaan dengan rate yang lebih murah,” kata dia.

