Indeks Dolar Menguat usai BI Turunkan Suku Bunga ke 6%
JAKARTA, investortrust.id - Indeks dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap mata uang rupiah dalam penutupan perdagangan Rabu (18/9/2024) tepat usai Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate ke level 6%. Jisdor BI mencatat mata uang rupiah melemah 12 poin ke level Rp 15.350/USD setelah sebelumnya berada di posisi Rp 15.338/USD.
Kepala Ekonom PT Bank Central Asia (BCA) Tbk, David Sumual, keputusan BI untuk menurunkan suku bunga acuan tidak lepas dari sejumlah pertimbangan. Kepada Investortrust, ia memandang BI memiliki penilaian terkait dengan pergerakan mata uang rupiah yang belakangan mengalami apresiasi berlebihan (overshooting).
"Secara fundamental, Rupiah memang menguat jauh lebih besar dibandingkan mata uang lainnya," kata David kepada Investortrust, Rabu (18/9/2024).
Baca Juga
BI Prediksi The Fed Turunkan Suku Bunga Tiga Kali Akhir Tahun 2024
Di satu sisi, ia menjelaskan inflasi masih dalam kisaran BI meskipun dalam kisaran yang lebih rendah. Hal ini, kata David, turut memberi ruang yang lebih bagi BI untuk memangkas suku bunga acuan lebih awal dari perkiraan pasar.
"BI juga tampaknya mulai khawatir dengan deflasi bulanan yang terjadi dalam empat bulan terakhir berturut-turut (sehingga memberi ruang untuk menurunkan suku bunga acuan)," tutup David.
Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada 17-18 September 2024 memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 bps di level 6,00%. Dengan keputusan ini maka BI menurunkan suku bunga acuannya untuk pertama kali sejak kenaikan sebesar 25 bps pada April 2024.
Baca Juga
"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 17-18 September 2024 memutuskan untuk menurunkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 6,00%," ujar Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam konferensi pers di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (18/9/2024).
Perry menuturkan, keputusan yang sama juga terjadi pada suku bunga deposit facility yang diturunkan sebesar 25 bps menjadi 5,25%. Kemudian suku bunga lending facility juga turun 25 bps menjadi sebesar 6,75%.

