Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 8%, Ini Syaratnya!
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual menjelaskan, ekonomi Indonesia bisa tumbuh 8% per tahun. Syaratnya, Indonesia harus menggenjot investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) atau penanaman modal asing (PMA).
“Kalau kita mau tumbuh di atas 5%, memang butuh investasi asing yang cukup besar,” kata David dalam Investortrust CEO Forum, di Jakarta, Kamis (29/8/2024).
Menurut David, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau gross fixed capital formation (GCFC) yang masuk Indonesia mencapai 28% terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka itu berasal dari pembiayaan domestik (non-FDI) sebesar 26,4% dari PDB dan FDI sebesar 1,6% dari PDB.
David membandingkan Indonesia dengan perolehan investasi Malaysia yang mencapai 17,8% dari PDB. Malaysia mampu menarik non-FDI sebesar 15,7% dari PDB dan FDI sebesar 2,1% dari PDB. Sedangkan Vietnam berhasil menarik investasi sebesar 30,4% dari PDB yang terdiri atas non-FDI sebesar 26,1% dari PDB dan FDI sebesar 4,3% dari PDB.
David mengemukakan, jika Indonesia tidak berhasil menarik lebih banyak FDI, berarti investasi harus dibiayai dari tabungan Masyarakat. “Masalahnya, menaikkan tabungan sama saja dengan mengurangi konsumsi. Jadi, FDI adalah kunci untuk mencapai target pertumbuhan 8%,” tegas dia.
David menjelaskan, berdasarkan porsi PMA di Asia Tenggara, Singapura mendapatkan PMA terbesar sejumlah US$ 159,7 miliar atau 70,6% dari total PMA yang masuk ke kawasan tersebut. Indonesia hanya mendapat US$ 21,6 miliar dari FDI.
“Kita hanya mendapat 9,6% (dari share PMA), lalu Vietnam dengan share 8,2%. Kalau dibandingkan PDB, kita lebih rendah, yaitu 1,9% dari PDB 2022, sedangkan Vietnam mencapai 4,4%” ujar dia.
Dari sisi iklim usaha, kata David, Indonesia masih banyak catatan. Ini terlihat saat dia mengunjungi Batam beberapa waktu lalu.
“Masih banyak catatan mengapa investor asing lebih suka masuk ke Thailand, Vietnam, atau Malaysia,” tutur dia.
David Sumual mengungkapkan, terdapat beberapa masalah yang perlu diperbaiki agar FDI masuk ke dalam negeri. Pemerintah perlu menyelesaikan masalah kualitas sumber daya manusia (SDM), sektor informal yang terlalu besar, dan inefisiensi yang cukup besar karena Incremental Capital Output Ratio (ICOR) yang tinggi.
ICOR adalah tambahan output investasi baru yang dibutuhkan untuk menambah satu unit output. Saat ini ICOR Indonesia berada di level 5,64 dibanding negara-negara tetangga yang sudah di bawah 5.

