Ingin Ekonomi Indonesia Tumbuh 6%, Mantan Menkeu Ini Sebut Syaratnya
JAKARTA, Investortrust.id - Mantan Menteri Keuangan periode 2013-2014 sekaligus ekonom senior, Chatib Basri mengungkapkan, Indonesia bisa saja menorehkan pertumbuhan ekonomi hingga 6%, asal presiden yang baru nanti mampu menarik investasi asing masuk ke dalam negeri.
“Jadi siapapun yang jadi pemerintah 2024-2029 harus buat investasi asing masuk. Dia harus friendly sama investor. Artinya, regulasi harus streamlined, debirokratisasi, investment climate diperbaiki, dan sebagainya,” ujar Chatib secara daring, di ajang BTPN Economic Outlook 2024, di Jakarta, Rabu (22/11/2023).
Baca Juga
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal III-2023 di Atas Rata-Rata
Menurutnya, dalam konsep ekonomi, dikenal istilah incremental capital output ratio (ICOR) atau rasio yang menunjukan besarnya tambahan investasi baru yang dibutuhkan untuk menaikkan output, dalam hal ini pertumbuhan ekonomi.
Ia mencontohkan, jika pertumbuhan ekonomi ingin tumbuh 1%, maka butuh tambahan investasi sekitar 6,8% terhadap produk domestik bruto (PDB). Investasi tentu membutuhkan dana yang sumbernya bisa berasal dari domestik maupun luar.
Baca Juga
Kemenko Perekonomian Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 2023 Sebesar 5,1%
Persoalannya, lanjut Chatib Basri, investasi dalam negeri atau tabungan domestik (gross domestic savings) tidak mampu memenuhi kebutuhan investasi tersebut.
“Menurut saya opsi yang bisa dilakukan pemerintah ke depan terbatas. Satu, mengurangi gap dengan menaikkan tabungan domestik. Artinya, rasio pajak terhadap GDP harus dinaikan,” terang Chatib Basri. (CR-13)

