Lelang SRBI Rp 15 Triliun, Asing Net Buy Rp 54 Triliun Saham dan SBN Agustus
JAKARTA, investortrust.id – Dana asing terus mengalir deras ke pasar saham domestik seiring menguatnya isyarat Ketua Federal Reserve Jerome Powell bahwa pemotongan suku bunga acuan Fed Funds Rate akan segera terjadi. Pada Senin (26/8/2024), non-resident mencatatkan net buy saham Rp 0,93 triliun, melanjutkan pembelian bersih Rp 2,94 triliun pada Jumat lalu di Bursa Efek Indonesia.
Asing juga memborong Surat Berharga Negara (SBN) rupiah yang dapat diperdagangkan pada Jumat lalu, dengan net buy jumbo Rp 3,79 triliun. Hal ini seiring tren terus diturunkannya suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) oleh Bank Indonesia.
Meski suku bunga sudah diturunkan, pada Jumat lalu, lelang SRBI masih meraup dana Rp 15,01 triliun. Suku bunga yang kini diberikan Bank Sentral tertinggi 7,18%.
BEI mencatat, seiring capital inflow yang menderas sepanjang Agustus ini, asing sudah mencatatkan pembelian bersih saham menembus Rp 14,60 triliun month to date. “Secara year to date, asing mencatatkan net buy saham Rp 13,56 triliun atau US$ 881,72 juta,” papar BEI dalam keterangan di Jakarta pada Senin sore.
Masuknya modal asing itu mendorong indeks harga saham gabungan (IHSG) di BEI kembali melesat, mencetak rekor tertinggi baru atau all time high (ATH). Indeks ditutup naik 61,9 poin (0,82%) ke 7.606,19.
Baca Juga
Pemotongan Bunga Bisa 50 Bps, Kurs Rupiah Terus Melesat Tembus Rp 15.299/USD
Mtd, SBN Rp 39,17 Triliun
Berdasarkan data terbaru yang dirilis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), asing mencatatkan pembelian bersih Rp 39,17 triliun di SBN rupiah yang dapat diperdagangkan month to date hingga Jumat lalu. Secara year to date, pembelian bersih senilai Rp 5,22 triliun hingga Jumat lalu.
Baca Juga
Harga Beli dan Buyback Emas Antam Stagnan Senin Pagi, Ini Rinciannya
Sementara itu, Bank Indonesia kembali melakukan lelang SRBI dengan total transaksi Rp 15,01 triliun Jumat lalu, dengan suku bunga yang kini diberikan 7,05-7,18%. Transaksi SRBI terbanyak pada tenor 12 bulan dengan suku bunga 7,18%, senilai Rp 13,39 triliun.
Berikutnya transaksi SRBI tenor 6 bulan dengan suku bunga 7,05% senilai Rp 1,34 triliun. Terakhir, SRBI tenor 9 bulan dengan suku bunga 7,14% senilai Rp 0,28 triliun.
Rupiah Terus Melesat
Kurs rupiah tercatat juga terus menguat terhadap dolar Amerika Serikat hingga Senin (26/8/2024), seiring anjloknya indeks dolar AS dan mengalirnya modal asing ke pasar keuangan RI. Berdasarkan data kurs Jisdor yang diterbitkan Bank Indonesia sore hari tadi, mata uang Garuda melesat 174 poin atau 1,1% ke level Rp 15.380/USD, dibanding Jumat lalu (23/8/2024) sebesar Rp 15.554/USD.
Rupiah makin perkasa terhadap greenback seiring terus merosotnya indeks dolar. Berdasarkan data Yahoo Finance hingga pukul 17.54 WIB, dollar index merosot ke 100,71 atau terendah sejak 1 Desember 2023. Secara year to date, DXY ini sudah berbalik turun 0,63%.

