Bunga SRBI Turun, Asing Net Buy Saham Rp 0,18 Triliun Senin, di SBN Rp 1,22 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Dana asing mengalir masuk ke pasar saham domestik pada Senin (29/7/2024), dengan mencatatkan net buy Rp 0,18 triliun. Hal ini melanjutkan pembelian bersih Rp 0,37 triliun yang terjadi pada Jumat lalu di Bursa Efek Indonesia.
Dengan demikian, sepanjang Juli ini, asing sudah mencatatkan pembelian bersih saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) senilai Rp 5,46 triliun month to date. “Sedangkan secara year to date, asing mencatatkan net sell saham Rp 2,28 triliun atau US$ 140 juta,” papar BEI dalam keterangan di Jakarta pada Senin sore.
Baca Juga
Inflasi AS Menuju Sasaran, Kurs Rupiah Dibuka Menguat Senin Hari Ini
Asing Net Buy SBN Mtd Rp 3,1 T
Sementara itu, di pasar Surat Berharga Negara (SBN), data terbaru yang dirilis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) adalah transaksi pada Jumat lalu (26/7/2024). Non-resident di pasar SBN rupiah yang dapat diperdagangkan melakukan pembelian neto Rp 1,22 triliun.
Dengan demikian, secara month to date, asing mencatatkan pembelian bersih Rp 3,1 triliun di SBN rupiah yang dapat diperdagangkan hingga Jumat lalu. Sedangkan secara year to date, asing mencatatkan penjualan bersih Rp 30,85 triliun hingga Jumat lalu.
Baca Juga
Selagi Investor Masih Mempunyai Keyakinan terhadap Ekonomi AS
Lelang SRBI Rp 34 Triliun
Bank Indonesia juga mengadakan lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) pada Jumat lalu. Total dana yang diraih mencapai Rp 34 triliun, meski bunga diturunkan oleh BI dibanding seminggu sebelumnya
Pada lelang oleh BI Jumat lalu, suku bunga SRBI tertinggi untuk tenor 12 bulan diturunkan menjadi 7,23%, dari 7,36% seminggu sebelumnya. SRBI dengan suku bunga tertinggi itu meraih dana terbanyak Rp 27 triliun.
Berikutnya, SRBI tenor 6 bulan dengan suku bunga 7,07% meraih dana Rp 5 triliun. Sedangkan untuk tenor 9 bulan dengan suku bunga 7,18% meraup dana Rp 2 triliun.
Rupiah Ditutup Menguat
Sementara itu, nilai tukar rupiah ditutup menguat Senin (29/7/2024) sore. Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), kurs rupiah ditutup menguat 8 poin ke level Rp 16.286/USD, dibanding posisi mata uang Garuda di Rp 16.294/USD pada Jumat (26/7/2024).
Di pasar spot valas sebagaimana dilansir Yahoo Finance, kurs rupiah juga menguat terhadap dolar Amerika Serikat. Hingga pukul 18.00 WIB, kurs rupiah menguat 9 poin ke Rp 16.275/USD.
Presiden Komisaris HFX International Berjangka Sutopo Widodo mengungkapkan, pelaku pasar tengah menunggu arah kebijakan Federal Reserve terbaru. Mayoritas pasar memperkirakan The Fed masih tetap mempertahankan suku bunga acuan AS, Fed Funds Rate, pekan ini.
"Pasar akan mencari petunjuk seberapa agresif The Fed akan memangkas suku bunga dalam beberapa bulan mendatang," kata Sutopo kepada Investortrust.id, Senin (29/7/2024).
Ia membeberkan, pada Jumat lalu, data menunjukkan indeks harga personal consumption expenditures (PCE) utama di AS sesuai dengan ekspektasi, tetapi suku bunga inti sedikit lebih tinggi dari perkiraan. Sementara itu, data sebelumnya menunjukkan ekonomi AS tumbuh lebih cepat dari yang diharapkan sebesar 2,8% pada kuartal kedua 2024.

