Bos Bapanas Bongkar Upaya Hadapi Potensi Lonjakan Harga Pangan
Reporter | Sarah Hutagaol
Editor | Fana Fadzikrillahi Suparman Putra
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengungkapkan sejumlah upaya pencegahan atau mitigasi yang dilakukan pihaknya dalam menghadapi konflik Iran dengan Israel, serta juga pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Arief tak menampik dua kondisi yang sedang terjadi itu akan memengaruhi harga sejumlah komoditas pangan. Hal ini mengingat ketersediaan sejumlah komoditas pangan di dalam negeri masih bergantung pada impor.
"Ya memang harus kita hadapi seperti hari ini itu. Jadi kita kalau di-private itu ada namanya hedging. Ini harus aksi korporasi juga," ucap Arief saat ditemui di Gedung Bapanas, Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (18/4/2024).
"Jadi sudah tahu harga dolar akan naik misalnya, hedging di angka berapa. Maksudnya di-lock dolarnya di angka berapa. Nanti saya coba komunikasikan dengan BUMN di bidang pangan, dan juga private sector," tambahnya.
Arief pun menambahkan, upaya lainnya yang bisa dilakukan oleh lembaga pangan dalam negeri adalah dengan mendatangkan komoditas utama pangan dari negara lain atau mencari alternatif-alternatif tidak hanya pada satu negara.
"Misalnya kayak kedelai, hampir semualah misalnya 2,8 juta itu kan memang tergantung dari Amerika Serikat. Memang sudah ada satu lagi dari Afrika Selatan, jadi buat alternatif-alternatif," papar Arief.
Baca Juga
"Jadi kalau ditanya country origin-nya dibuat bermacam alternatif. Kalau daging enggak dari Australia saja, dari India, Brazil sekarang sudah dibuka, sapi hidup juga jangan dari satu negaa saja," tegasnya.
