Harga Bawang Merah Meroket hingga Rp 80.000 per Kg, Bapanas Bongkar Penyebabnya
JAKARTA, investortrust.id – Harga bawang merah sedang meroket. Bahkan di wilayah Papua Tengah, harga komoditas pangan ini mencapai Rp 80.350 per kilogram (kg). Menanggapi hal itu, Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkap sejumlah penyebabnya.
Salah satu penyebabnya adalah musim hujan yang mengakibatkan sejumlah lahan produksi di beberapa wilayah banjir. Banjir tersebut terjadi di sepanjang wilayah Pantura pada Maret 2024 lalu yang menyebabkan 2.500 hektare (Ha) lahan Puso dari 7.500 Ha terdampak, seperti di antaranya Brebes, Cirebon, Kendal, Demak, Grobogan, dan Pati.
Selain itu, dalam paparannya, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa juga mengungkapkan kenaikan harga bawang merah terjadi dikarenakan tenaga kerja yang semakin terbatas.
Baca Juga
Pekan ke-3 April, Harga Daging Ayam, Bawang Merah hingga Daging Sapi Melonjak
"Memang disebabkan beberapa hal sebenarnya di samping hujan di wilayah produksi, kemudian keterbatasan terdapat juga kendala teknis seperti keterbatasan tenaga kerja perogol (ibu-ibu)," ucapnya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (22/4/2024).
Terkait kenaikan harga bawang merah ini, Bapanas menyebutkan bahwa pihaknya akan segera melakukan sejumlah upaya mitigasi, di antaranya adalah dengan mendistribusikan komoditas pangan tersebut ke wilayah yang mengalami lonjakan harga.
“Kami sedang melakukan fasilitasi distribusi pangan, khususnya bawang merah dari Brebes ke Kalimantan Timur dan Solok, dari solok ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ, kita lakukan distribusi karena memang harganya rendah di sana," terang Ketut.
"Dan kemudian kita distribusikan ke wilayah yang harganya relatif lebih tinggi. Itu yang kita lakukan dengan teman-teman di daerah. Mudah-mudahan harga akan kembali normal pada bulan-bulan selanjutnya," tambahnya.
Berdasarkan data panel harga Bapanas pada hari ini, pukul 16.00 WIB, harga bawang merah rata-rata nasional adalah Rp 52.310 per kilogram. Namun di wilayah Papua Tengah, harga komoditas pangan ini mencapai Rp 80.350 per kilogram.

