Soal Gempuran Barang Impor, BI Ingin Masyarakat Tak Jadi Sasaran Produk China
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) menanggapi terkait maraknya gempuran produk impor asal China yang tengah membanjiri pasar dalam negeri. Apalagi, terdapat kurang lebih sebanyak 900 UMKM di Tanah Air yang berada di bawah binaan BI.
Mengenai hal tersebut, Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen BI Anastuty K menyebutkan bahwa gempuran produk yang berasal dari negara Tirai Bambu itu merupakan suatu ancaman global.
Baca Juga
"Itu ancaman global, terutama untuk industri UMKM yang memang kreatif," ucap wanita yang akrab disapa Nita ini pada diskusi di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (3/8/2024).
Meskipun demikian, Nita mengungkapkan. Indonesia memiliki bonus demografi yang seharusnya dapat dimanfaatkan. Sehingga, menurutnya, masyarakat dengan jumlah yang sangat besar tidak cuma menjadi sasaran pasar, melainkan dapat menjadi pelaku industri.
“Kita punya bonus demografi, cukup luar biasa apalagi anak muda, kita enggak mau mereka jadi market, mereka harus jadi pelaku, mereka yang harus bisa memanfaatkan kondisi benefit bonus demografi," ungkapnya.
Baca Juga
Kemenkop UKM: Program EFF 2024 Dukung Pengembangan Wirausaha dan Startup
"Itu yang memang harus kita edukasikan, bahwa jangan sampai mereka jangan menjadi target market China. Tapi kan itu tidak bisa dihindari karena produk mereka murah," tandas Nita.
Untuk menaikan kelas UMKM di Tanah Air, pemerintah melalui Bank Indonesia pun tengah menggelar Karya Kreatif Indonesia di JCC Senayan yang digelar dari 1-4 Agustus 2024. Dalam pameran itu, terdapat sebanyak 350 UMKM yang berasa dari 46 provinsi.

