Daya Saing Infrastruktur RI Kalah dengan Thailand dan Singapura
JAKARTA, investortrust.id – IMD World Competitiveness Ranking (WCR) telah mengumumkan daya saing global di antara 67 negara di dunia. Posisi Republik Indonesia (RI) berada di peringkat 27 pada tahun ini.
Sementara di wilayah Asia Tenggara, Indonesia menempati posisi ke-3. RI masuk top 3 se-ASEAN.
"Posisi Indonesia se-ASEAN saat ini menjadi top 3. Sedangkan Singapura di peringkat pertama dan Thailand peringkat kedua," papar laman resmi IMD di www.imd.org, diakses Rabu (24/7/2024).
Baca Juga
Jokowi Soroti 2 Hal yang Perlu Diperbaiki untuk Tingkatkan Daya Saing Indonesia
Posisi RI ini menandai kenaikan tujuh peringkat Indonesia dari posisi 34 dari 67 negara pada tahun 2023. Saat ini, posisi ke-34 tersebut diduduki oleh Malaysia.
Anggaran Infrastruktur Naik
Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Konstruksi kembali menyelenggarakan event Konstruksi Indonesia (KI) pada tahun 2024. Event ini sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi masyarakat jasa konstruksi, dan media pertukaran informasi antar-stakeholders konstruksi serta turut mendorong layanan jasa konstruksi nasional.
“KI 2024 hadir kembali untuk menindaklanjuti kesuksesan KI 2023. Ini juga sebagai bentuk dukungan pertumbuhan dan perkembangan jasa konstruksi, melalui serangkaian agenda untuk menciptakan peluang usaha serta menjadi booster bagi stakeholder jasa konstruksi,” kata Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Abdul Muis dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (24/7/2024).
Baca Juga
Program Makan Bergizi Dianggarkan Rp 71 T dalam RAPBN 2025, Ini Respons Chatib Basri
Abdul Muis juga menyampaikan, anggaran infrastruktur nasional pada tahun ini cukup besar. Nilainya mencapai sekitar Rp 423,4 triliun atau 12,73% dari Rp 3.325,1 triliun total anggaran belanja negara.
"Besarnya anggaran infrastruktur nasional tentunya harus dilakukan dengan akuntabel dan berkeadilan. Selain itu, diikuti oleh kesiapan seluruh rantai pasok industri konstruksi, baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya," tandas dia.
Dengan mengusung tema “Agility dan Adaptability Sektor Konstruksi yang Berdaya Saing”, KI 2024 menjadi pengingat bahwa seluruh masyarakat jasa konstruksi dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perubahan industri konstruksi yang begitu cepat. Ini demi mencapai keberhasilan dan keberlanjutan proyek konstruksi di masa kini dan masa depan, serta mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
"Industri konstruksi harus agile dalam merespons perkembangan teknologi, perubahan regulasi, dan dinamika pasar dengan cepat dan efektif. Kita juga harus mampu beradaptasi untuk menyesuaikan strategi sesuai dengan kondisi yang terus berubah, agar dapat tetap kompetitif di tengah persaingan yang semakin ketat," imbuh Abdul Muis.
KI 2024 terdiri atas beberapa rangkaian kegiatan yang dimulai sejak Juni 2024. Puncaknya akan digelar pada 6-8 November 2024 di ICE BSD, Tangerang.
Adapun agenda utamanya antara lain konferensi, fair and expo, penghargaan Konstruksi Indonesia 2024, Kompetisi Tenaga Kerja Konstruksi Tingkat Nasional, Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI), penyusunan Buku Konstruksi Indonesia 2024, serta lomba foto dan video.
Hadirnya ajang Konstruksi Indonesia 2024 ini, Abdul Muis berharap, dapat menciptakan media pertukaran informasi supply and demand dan komunikasi stakeholder jasa konstruksi baik nasional dan internasional. Event itu sekaligus menjadi ajang promosi untuk mendorong investasi, kreativitas, teknologi konstruksi, dan kegiatan konstruksi nasional.
"Saya mengajak seluruh masyarakat jasa konstruksi untuk bersama-sama dan berkolaborasi memanfaatkan dan menyemarakkan rangkaian Konstruksi Indonesia 2024 sebagai ajang yang produktif dan inspiratif bagi kita semua. Ini untuk mendorong industri konstruksi menuju masa depan yang lebih baik," tutur Abdul Muis.

