Menperin: Peringkat Daya Siang RI Tak Memuaskan, Kalah dari Malaysia dan Thailand
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, berdasarkan laporan dari Institute for Management Development (IMD), daya saing Indonesia secara global menempati posisi ke-40 dari 69 negara dalam World Competitiveness Ranking tahun 2025.
WCR (World Competitiveness Ranking) sendiri mengukur kemampuan negara untuk menciptakan dan mempertahankan lingkungan yang menopang daya saing usaha dengan menilai 4 faktor, yaitu Economic Performance, Government Efficiency, Business Efficiency dan Infrastucture.
"Ini membuat saya tidak terlalu puas, yaitu Indonesia berada di peringkat ke-40 dari 69 negara," ucap Agus Gumiwang dalam konferensi pers di Kantor Kemenperin, Jakarta, Senin (20/10/2025).
Peringkat daya saing Indonesia pun masih kalah dari negara Asia lainnya, seperti Malaysia yang berada di posisi ke-23, Thailand di peringkat ke-30, serta Jepang di posisi ke-35.
Baca Juga
Daya saing industri Indonesia jika mengacu laporan IMD, menurut Menperin menggambarkan tren yang fluktuatif selama lima tahun terakhir. Pasalnya pada 2024 lalu daya saing Indonesia sempat berada di posisi ke-27.
"Peringkat Indonesia pada tahun 2020 berada pada posisi 40, kemudian pada tahun 2021 berada di posisi 37, pada tahun 2022 turun lagi ke posisi 44, pada tahun 2024 membaik ke posisi 27," ungkap Menperin Agus.
Menperin Agus mengatakan, hal tersebut mencerminkan daya saing Indonesia masih mengalami masih tantangan struktural. Sehingga membuat capaian-capaian sebelumnya sulit untuk dipertahankan, meskipun sempat meraih pencapaian besar akibat reformasi kebijakan.
"Dalam survei tersebut, sebetulnya dalam konteks ekonomi, Indonesia bukan hanya cukup baik tapi sangat baik di sektor bisnis efisiensi, khususnya dalam rangka masa pelaksanaan kerja, Indonesia mencapai peringkat ke-10. Dari protect management, Indonesia mencatat peringkat ke-30, namun memang ada beberapa sektor yang perlu kita perbaiki," bebernya.

